Tinggal Seorang Diri, Ibu Ana Tetap Bekerja untuk Membantu Suaminya

Senin, 17 Agustus 2026. Pukul 12 : 08 WIB

Di usia 67 tahun, Ibu Ana masih bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tinggal seorang diri di Muara Angke, sebagian penghasilan yang diperolehnya juga dikirim kepada suaminya yang sedang sakit dan tinggal di kampung.

Pada Sabtu, 15 Agustus 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada Ibu Ana Regar, lansia berusia 67 tahun yang tinggal di kawasan Tembok Bolong, Muara Angke, Jakarta Utara.

Ibu Ana menjalani kesehariannya seorang diri karena tinggal terpisah dari suaminya. Sang suami kini sedang sakit dan tinggal di kampung.

Isi Bantuan Sembako

Paket bantuan yang diberikan kepada Ibu Ana terdiri dari:

  • Beras 5 kilogram
  • Minyak goreng 2 liter
  • Mie instan 20 bungkus
  • Telur 1 kilogram
  • Garam 500 gram
  • Sarden 1 kaleng
  • Susu kental manis 1 kaleng
  • Biskuit Regal 3 pack

Tetap Bekerja di Usia 67 Tahun

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Ibu Ana masih bekerja sebagai pemulung. Selain itu, ia juga menjadi tukang bersih ikan untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Pendapatan yang diperoleh digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, tidak seluruhnya digunakan untuk dirinya sendiri.

Sebagian uang yang didapatkan Ibu Ana juga dikirim kepada suaminya yang sedang sakit di kampung. Meski tinggal terpisah dan menghadapi keterbatasan ekonomi, Ibu Ana tetap berusaha membantu suaminya sesuai kemampuannya.

Kondisi tersebut membuat Ibu Ana harus tetap bekerja meskipun sudah memasuki usia lanjut.

Bantuan untuk Meringankan Kebutuhan Pangan

Melalui penyaluran bantuan sembako ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap kebutuhan pangan Ibu Ana dapat sedikit terbantu.

Beras, minyak, telur, mie instan, sarden, susu, garam, dan biskuit yang diberikan diharapkan dapat membantu mengurangi sebagian pengeluaran untuk kebutuhan makan sehari-hari.

Kisah Ibu Ana menjadi gambaran bahwa masih ada lansia yang tetap bekerja di usia senja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Di tengah keterbatasannya, ia juga masih berusaha menyisihkan sebagian penghasilan untuk membantu suaminya yang sedang sakit.

Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan sehingga bantuan dapat terus disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi Ibu Ana, membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, serta semoga beliau dan suaminya diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan.