Tinggal di Parkiran Mobil, Tiga Lansia di Rawa Bebek Terima Bantuan Sembako

Kamis, 13 Agustus 2026. Pukul 11 : 23 WIB

Tidak memiliki tempat tinggal tetap dan penghasilan yang pasti membuat kehidupan sehari-hari menjadi tidak mudah. Tiga lansia di Rawa Bebek ini masih bekerja dengan kemampuan yang mereka miliki untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Pada Selasa, 11 Agustus 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada tiga lansia di kawasan Rawa Bebek.

Ketiga penerima bantuan tersebut adalah Ibu Sopiah, Ibu Nasecha, dan Ibu Sanah. Mereka menjalani kehidupan dengan kondisi ekonomi yang terbatas dan masih harus bekerja meski sudah memasuki usia lanjut.

Isi Bantuan Sembako

Paket bantuan yang diberikan terdiri dari:

  • Beras 10 kilogram untuk Ibu Sopiah
  • Beras 5 kilogram untuk Ibu Nasecha
  • Beras 5 kilogram untuk Ibu Sanah
  • Minyak goreng 2 liter
  • Mie instan 20 bungkus
  • Telur 1 kilogram
  • Garam 500 gram
  • Sarden 1 kaleng
  • Susu kental manis 1 kaleng
  • Biskuit Regal 3 pack

Ibu Sopiah, Tinggal di Parkiran dan Masih Memulung

Ibu Sopiah, berusia 70 tahun, tidak memiliki tempat tinggal tetap. Saat ini, ia tinggal bersama suaminya di parkiran mobil.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ibu Sopiah masih bekerja sebagai pemulung. Sesekali, ia juga menjadi buruh cuci untuk mendapatkan tambahan penghasilan.

Di tengah kondisi tempat tinggal yang terbatas, pekerjaan tersebut tetap dijalani agar kebutuhan hidup bersama suaminya dapat terpenuhi.

Ibu Nasecha, Mengandalkan Pekerjaan Harian

Ibu Nasecha, berusia 72 tahun, hidup seorang diri. Ia tinggal di sebuah kontrakan milik keponakannya.

Untuk mendapatkan pemasukan, Ibu Nasecha bekerja sebagai tukang cuci gosok dan terkadang menjadi pemetik cabai.

Penghasilannya sekitar Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per hari, tetapi jumlah tersebut tidak menentu karena bergantung pada pekerjaan yang tersedia.

Meski sudah berusia 72 tahun, Ibu Nasecha tetap berusaha bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ibu Sanah, Memulung Bersama Suami

Sementara itu, Ibu Sanah, berusia 61 tahun, tinggal bersama suami dan cucunya.

Kondisi ekonomi keluarga membuat cucunya harus putus sekolah karena keterbatasan biaya.

Ibu Sanah dan suaminya kemudian mengandalkan pekerjaan sebagai pemulung untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Mereka mencari barang bekas dan rongsokan dengan penghasilan yang minim, bahkan menjalani aktivitas tersebut dari kawasan parkiran mobil.

Bantuan untuk Kebutuhan Pangan

Melalui bantuan ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap kebutuhan pangan Ibu Sopiah, Ibu Nasecha, dan Ibu Sanah dapat sedikit terbantu.

Beras, minyak, telur, mie instan, sarden, susu, garam, dan biskuit yang diberikan diharapkan dapat membantu mengurangi sebagian pengeluaran mereka untuk kebutuhan makan sehari-hari.

Kisah ketiga lansia ini menunjukkan bahwa masih ada masyarakat lanjut usia yang harus tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kondisi tempat tinggal yang tidak tetap, pekerjaan yang tidak menentu, hingga penghasilan yang minim menjadi bagian dari keseharian mereka.

Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan. Dukungan tersebut membantu penyaluran bantuan terus dilakukan kepada lansia dan masyarakat yang membutuhkan.

Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi Ibu Sopiah, Ibu Nasecha, dan Ibu Sanah, serta membantu meringankan kebutuhan pangan mereka. Semoga mereka senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.