Kamis, 27 Agustus 2026. Pukul 16 : 22 WIB
Di tengah keterbatasan, Ibu Farida dan Pak Tapsir masih berusaha memenuhi kebutuhan hidup dengan pekerjaan yang mereka mampu lakukan. Keduanya juga menjalani hari tua dengan dukungan keluarga yang sangat terbatas.
Pada Senin, 24 Agustus 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada dua lansia yang menjalani kehidupan dalam kondisi serba terbatas.
Bantuan diberikan kepada Ibu Farida, lansia berusia 62 tahun, dan Bapak Tapsir, lansia berusia 73 tahun.
Ibu Farida Bertahan Seorang Diri


Ibu Farida, 62 tahun, hidup sebatang kara di sebuah gubuk yang berada di samping rel kereta.
Suaminya telah meninggal dunia. Ibu Farida memiliki seorang anak yang dahulu sempat diasuh oleh neneknya, yaitu ibu mertua Ibu Farida. Setelah sang nenek meninggal dunia, anak Ibu Farida pergi dan hingga kini tidak diketahui kabarnya.
Dalam kondisi tersebut, Ibu Farida menjalani kehidupan seorang diri.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia masih bekerja sebagai tukang urut. Pekerjaan tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan yang diandalkan untuk bertahan hidup.
Pak Tapsir Tetap Menarik Becak Meski Sering Sakit


Bapak Tapsir, 73 tahun, juga masih bekerja di usia lanjut sebagai tukang becak.
Anaknya sudah tidak banyak memberikan bantuan untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara itu, Pak Tapsir juga sering mengalami sakit-sakitan.
Meski kondisi kesehatan dan usianya tidak lagi seperti dulu, Pak Tapsir tetap berusaha bekerja selama masih mampu untuk mendapatkan penghasilan dan memenuhi kebutuhan hidupnya.
Bantuan Sembako untuk Kebutuhan Sehari-hari

Paket bantuan yang diberikan kepada masing-masing penerima terdiri dari:
- Beras 5 kilogram
- Minyak goreng 2 liter
- Mie instan 20 bungkus
- Telur 1 kilogram
- Garam 400 gram
- Sarden 1 kaleng
- Susu kental manis 1 kaleng
- Biskuit Regal 3 pack
Bantuan bahan pangan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan makan sehari-hari sekaligus sedikit mengurangi pengeluaran yang harus dipenuhi oleh kedua lansia tersebut.
Sedikit Meringankan Perjuangan di Hari Tua
Ibu Farida dan Pak Tapsir memiliki cerita kehidupan yang berbeda. Ibu Farida menjalani hari tua seorang diri di tempat tinggal yang sederhana dan masih bekerja sebagai tukang urut. Sementara Pak Tapsir tetap menarik becak meski sering sakit dan minim dukungan dari keluarga.
Keduanya masih berusaha memenuhi kebutuhan hidup dengan kemampuan yang dimiliki.
Melalui penyaluran bantuan sembako ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap kebutuhan pangan Ibu Farida dan Pak Tapsir dapat sedikit terbantu.
Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat, membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, serta menjadi dukungan bagi Ibu Farida dan Pak Tapsir dalam menjalani kehidupan di usia lanjut. Semoga keduanya diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam setiap aktivitasnya.

