Tinggal di Area Pemakaman, Perjuangan Dua Lansia Ini Menyentuh Hati

Jumat, 31 Juli 2026. Pukul 12 : 29 WIB

Di balik sunyinya area pemakaman, ada orang-orang yang setiap hari bekerja dengan penuh ketekunan untuk menyambung hidup. Meski usia tidak lagi muda dan kondisi fisik memiliki banyak keterbatasan, mereka tetap berusaha mencari nafkah dengan pekerjaan yang mampu dilakukan. Kepedulian dari sesama menjadi dukungan yang sangat berarti bagi mereka yang menjalani hari tua dalam kesederhanaan.

Pada Kamis, 30 Juli 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada dua lansia di kawasan Rawa Lindung, Tangerang yang sehari-harinya bekerja di area tempat pemakaman umum.

Program ini merupakan bagian dari upaya Yayasan Amal Peduli Nusantara untuk membantu masyarakat lanjut usia yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan membutuhkan perhatian bersama.

Isi Bantuan Sembako

Paket bantuan yang diberikan kepada masing-masing penerima terdiri dari:

  • Beras 5 kilogram
  • Minyak goreng 2 liter
  • Mie instan 20 bungkus
  • Telur 1 kilogram
  • Garam 400 gram
  • Sarden 1 kaleng
  • Susu kental manis 1 kaleng
  • Biskuit Regal 3 pack

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari para penerima manfaat.


Samin Bin Jenin (65 Tahun), Menjaga Kebersihan Makam di Tengah Keterbatasan

Salah satu penerima bantuan adalah Bapak Samin Bin Jenin, lansia berusia 65 tahun yang hidup sebatang kara di area tempat pemakaman umum.

Sehari-hari beliau bekerja sebagai petugas yang membersihkan area makam untuk mendapatkan penghasilan. Bapak Samin juga merupakan penyandang disabilitas tunarungu dan tunawicara, sehingga tidak dapat mendengar maupun berbicara. Meski memiliki keterbatasan tersebut, beliau tetap berusaha bekerja dengan kemampuan yang dimiliki demi memenuhi kebutuhan hidupnya.


Marsiah (61 Tahun), Bertahan Hidup dari Upah Memotong Rumput

Bantuan juga diberikan kepada Ibu Marsiah, lansia berusia 61 tahun yang hidup seorang diri.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, beliau bekerja memotong rumput di area pemakaman dengan upah yang sangat terbatas. Ibu Marsiah tinggal tidak jauh dari saudara dan tetangganya yang sesekali membantu memberikan makanan atau kebutuhan lainnya.

Selain menghadapi keterbatasan ekonomi, beliau juga mengalami gangguan mental ringan yang membuatnya kesulitan berkomunikasi secara normal. Meski demikian, Ibu Marsiah tetap berusaha menjalani kehidupannya dengan penuh ketabahan.


Kepedulian yang Menghadirkan Harapan

Melalui program bantuan sembako ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap dapat membantu meringankan kebutuhan pokok Bapak Samin Bin Jenin dan Ibu Marsiah, sehingga mereka dapat menjalani hari-hari dengan lebih tenang.

Kisah keduanya menjadi pengingat bahwa masih banyak lansia yang tetap bekerja keras di tengah keterbatasan fisik, kesehatan, maupun ekonomi. Kepedulian yang diberikan diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi bukti bahwa masih ada banyak orang yang peduli terhadap perjuangan mereka.

Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mendukung berbagai program kemanusiaan. Berkat kepedulian bersama, bantuan dapat terus menjangkau para lansia, penyandang disabilitas, dan keluarga prasejahtera yang membutuhkan.

Semoga bantuan sembako ini dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari Bapak Samin Bin Jenin dan Ibu Marsiah, serta semoga keduanya senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan di usia senja.