Tiga Lansia di Tangerang dan Jakarta Terima Bantuan Sembako dari Yayasan Amal Peduli Nusantara

Sabtu, 20 Juni 2026. Pukul 18 : 29 WIB

Banyak lansia yang menjalani masa tua dalam kondisi yang tidak mudah. Selain menghadapi penurunan kesehatan, mereka juga harus berhadapan dengan keterbatasan ekonomi dan minimnya dukungan keluarga. Di tengah kondisi tersebut, bantuan dan perhatian dari sesama menjadi sesuatu yang sangat berarti.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, Yayasan Amal Peduli Nusantara kembali menyalurkan bantuan sembako kepada tiga lansia di wilayah Tangerang dan Jakarta Utara. Program ini merupakan bagian dari upaya yayasan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar para lansia yang hidup dalam keterbatasan.

Isi Bantuan Sembako

Paket bantuan yang diberikan terdiri dari:

  • Beras
  • Minyak goreng
  • Mie instan
  • Sarden
  • Susu kental manis
  • Telur
  • Garam
  • Biskuit Regal

Bantuan tersebut disalurkan langsung kepada para penerima manfaat untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.


Anah (66 Tahun), Mengandalkan Kehidupan Bersama Cucu

Penerima bantuan pertama adalah Ibu Anah, lansia berusia 66 tahun yang tinggal di wilayah Desa Tegal Angus, Tangerang.

Ibu Anah telah ditinggal oleh suaminya dan menghadapi berbagai kesulitan di masa tua. Dari dua anak yang dimilikinya, satu telah meninggal dunia, sementara satu lainnya tidak memberikan bantuan untuk kebutuhan sehari-hari.

Saat ini, Ibu Anah tinggal bersama cucunya yang bekerja dengan upah minim. Penghasilan yang terbatas tersebut harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, sehingga kehidupan mereka berjalan dengan sangat sederhana.


Umi (81 Tahun), Menjalani Hari Tua Bersama Suami Tukang Becak

Bantuan juga diberikan kepada Ibu Umi, lansia berusia 81 tahun yang tinggal di wilayah Penjaringan.

Di usia yang sudah lanjut, Ibu Umi hidup bersama suaminya yang bekerja sebagai tukang becak. Penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan tersebut tentu tidak menentu dan bergantung pada kondisi di lapangan setiap harinya.

Ibu Umi memiliki tiga orang anak, namun tidak ada yang memberikan bantuan ataupun dukungan untuk kebutuhan hidup orang tuanya. Karena faktor usia, Ibu Umi juga sudah tidak dapat lagi melakukan banyak aktivitas untuk membantu perekonomian keluarga.


Tursinah (95 Tahun), Menghadapi Keterbatasan Penglihatan dan Pendengaran

Penerima bantuan berikutnya adalah Ibu Tursinah, lansia berusia 95 tahun yang tinggal di kawasan Tanjung Wangi, Penjaringan.

Ibu Tursinah telah ditinggal oleh suaminya dan kini tinggal bersama salah satu anak yang merawatnya. Di usia yang hampir satu abad, beliau mengalami gangguan penglihatan dan pendengaran yang membuat aktivitas sehari-hari menjadi semakin terbatas.

Meski memiliki dua orang anak, kebutuhan dan perawatan sehari-hari lebih banyak ditanggung oleh anak yang tinggal bersamanya. Kondisi tersebut membuat keluarga harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus memberikan perawatan yang dibutuhkan oleh Ibu Tursinah.


Hadir untuk Meringankan Beban Lansia

Melalui kegiatan penyaluran bantuan ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari para lansia yang hidup dalam keterbatasan ekonomi maupun kondisi kesehatan yang menurun.

Kisah Ibu Anah, Ibu Umi, dan Ibu Tursinah menunjukkan bahwa masih banyak lansia yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari lingkungan sekitar. Di usia yang seharusnya menjadi masa untuk beristirahat, mereka masih harus menghadapi berbagai tantangan hidup yang tidak ringan.

Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mendukung program kemanusiaan ini. Berkat kepedulian bersama, bantuan dapat terus disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan mereka.

Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para penerima manfaat dan menjadi pengingat bahwa kepedulian kepada sesama dapat membawa harapan bagi mereka yang sedang menghadapi keterbatasan hidup.