Rabu, 20 Mei 2026. Pukul 17 : 11 WIB
Salembaran, Tangerang — Di usia senja, sebagian lansia masih harus menjalani hidup dengan berbagai keterbatasan ekonomi dan kondisi kesehatan yang menurun. Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada tiga lansia di wilayah Salembaran, Tangerang, sebagai bentuk kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
Bantuan yang diberikan berupa paket kebutuhan pokok sehari-hari, terdiri dari beras, minyak goreng, mie instan, sarden, susu kental manis, telur, garam, serta biskuit Regal. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan harian para penerima.


Salah satu penerima bantuan adalah Jaronah (62 tahun), yang hidup bersama suaminya yang mengalami stroke. Dari empat anak yang dimilikinya, hanya dua anak yang masih sering membantu seadanya, sementara dua lainnya tidak dapat memberikan bantuan. Dalam kondisi tersebut, kebutuhan hidup sehari-hari harus dijalani dengan penuh keterbatasan.


Penerima lainnya adalah Nani (62 tahun), yang hidup bersama suaminya di usia lanjut. Mereka hanya memiliki seorang anak angkat yang juga membantu seadanya. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, suaminya masih bekerja serabutan di usia tua, sementara Ibu Nani masih memulung rongsokan demi menambah pemasukan keluarga.


Sementara itu, Kasby (70 tahun) telah ditinggal istrinya dan kini hidup bersama satu dari empat anaknya. Tiga anak lainnya tinggal berjauhan. Di usia senjanya, Kasby mengalami kesulitan berjalan akibat syaraf terjepit yang dideritanya.
Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh tim Yayasan Amal Peduli Nusantara untuk memastikan bantuan diterima dengan baik. Kehadiran tim juga menjadi bentuk perhatian dan dukungan bagi para lansia yang sedang menghadapi keterbatasan hidup.
Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap bantuan sembako ini dapat sedikit membantu meringankan kebutuhan sehari-hari para penerima dan memberikan manfaat nyata bagi mereka.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa masih banyak lansia yang membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama, terutama mereka yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan kondisi kesehatan yang menurun.

