Tiga Lansia di Salembaran Dapat Dukungan Kebutuhan Pokok Sehari-hari

Sabtu, 23 Mei 2026. Pukul 16 : 29 WIB

Salembaran, Tangerang — Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada tiga lansia di wilayah Salembaran, Tangerang, sebagai bentuk kepedulian terhadap para lansia yang masih harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di usia senja.

Bantuan yang diberikan berupa paket kebutuhan pokok sehari-hari yang terdiri dari beras, minyak goreng, mie instan, sarden, susu kental manis, telur, garam, serta biskuit Regal. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan harian para penerima.

Salah satu penerima bantuan adalah Marmi (63 tahun), yang hidup bersama suaminya yang masih bekerja sebagai kuli di usia lanjut. Mereka memiliki empat anak dan saat ini tinggal bersama dua cucu. Dari anak-anaknya, hanya satu yang masih membantu dengan kemampuan seadanya karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Penerima lainnya adalah Ponyi (63 tahun), yang hidup bersama suaminya yang bekerja sebagai pencari kerang dengan penghasilan minim. Dari empat anak yang dimilikinya, satu telah meninggal dunia sementara tiga lainnya tinggal berjauhan dan belum dapat membantu kebutuhan orang tuanya.

Sementara itu, Kebon (75 tahun) menjalani hari tua bersama istrinya dengan bekerja memulung rongsokan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ia memiliki empat anak, satu sudah berkeluarga, satu belum bekerja, dan dua lainnya masih tinggal bersama serta membantu seadanya.

Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh tim Yayasan Amal Peduli Nusantara agar bantuan dapat diterima dengan baik oleh para penerima. Kehadiran relawan juga menjadi bentuk perhatian dan dukungan bagi para lansia yang masih bertahan dalam kondisi hidup yang terbatas.

Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap bantuan sembako ini dapat sedikit membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para penerima dan memberikan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa masih banyak lansia yang tetap berjuang di usia senja demi bertahan hidup, serta membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama.