Jumat, 21 Agustus 2026. Pukul 12 : 16 WIB
Memasuki usia 70 hingga 80 tahun, Ibu Sadia, Ibu Sakinem, dan Ibu Imay masih harus berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketiganya mengandalkan hasil memulung di tengah keterbatasan ekonomi dan dukungan keluarga.
Pada Rabu, 19 Agustus 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada tiga lansia di kawasan Pancoran Buntu, Tebet.
Bantuan diberikan kepada Ibu Sadia, 70 tahun, Ibu Sakinem, 80 tahun, dan Ibu Imay, 71 tahun.
Isi Bantuan Sembako

Paket bantuan yang diberikan kepada masing-masing penerima terdiri dari:
- Beras 5 kilogram
- Minyak goreng 2 liter
- Mie instan 20 bungkus
- Telur 1 kilogram
- Garam 500 gram
- Sarden 1 kaleng
- Susu kental manis 1 kaleng
- Biskuit Regal 3 pack
Ibu Sadia Masih Memulung di Usia 70 Tahun


Ibu Sadia, 70 tahun, telah kehilangan suaminya. Di usia lanjut, ia masih bekerja sebagai pemulung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ibu Sadia memiliki enam anak. Lima anaknya sudah berkeluarga, sementara satu anak belum menikah karena memiliki kondisi tunarungu.
Lima anak yang telah berkeluarga tidak selalu dapat memberikan bantuan. Ketika bisa membantu, biasanya diberikan sekitar Rp50.000. Sementara anak yang belum menikah masih cukup sering membantu Ibu Sadia sesuai kemampuannya.
Dengan kondisi tersebut, Ibu Sadia tetap berusaha mendapatkan penghasilan sendiri melalui pekerjaan memulung.
Ibu Sakinem Masih Memulung di Usia 80 Tahun


Ibu Sakinem, 80 tahun, hidup sebatang kara sejak suaminya meninggal dunia.
Ia memiliki sembilan anak. Namun, hanya anak bungsunya yang sesekali memberikan bantuan. Sementara delapan anak lainnya tidak memberikan bantuan untuk kebutuhan sehari-hari.
Karena kebutuhan hidup tetap harus dipenuhi, Ibu Sakinem masih bekerja sebagai pemulung meski usianya sudah 80 tahun.
Ibu Imay Memulung Bersama Anak


Ibu Imay, 71 tahun, juga telah kehilangan suaminya.
Dari enam anak yang dimiliki, lima sudah berkeluarga. Sementara satu anak yang belum bekerja masih tinggal bersama Ibu Imay.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ibu Imay dan anaknya bekerja sebagai pemulung. Penghasilan dari pekerjaan tersebut digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Bantuan untuk Meringankan Kebutuhan Pangan
Melalui penyaluran bantuan sembako ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap kebutuhan pangan Ibu Sadia, Ibu Sakinem, Ibu Imay, dan keluarga dapat sedikit terbantu.
Beras, minyak, telur, mie instan, sarden, susu, garam, dan biskuit yang diberikan diharapkan dapat membantu mengurangi sebagian pengeluaran untuk kebutuhan makan sehari-hari.
Kisah ketiga lansia ini menunjukkan bahwa memasuki usia lanjut tidak selalu berarti seseorang sudah terbebas dari kewajiban mencari penghasilan. Dalam kondisi ekonomi yang terbatas, mereka masih harus bekerja sesuai kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Ada yang tetap memulung setelah kehilangan pasangan, ada yang hidup sebatang kara dan hanya sesekali mendapat bantuan anak, serta ada yang masih bekerja bersama anaknya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan sehingga bantuan dapat terus disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi Ibu Sadia, Ibu Sakinem, Ibu Imay, dan keluarga, serta membantu meringankan kebutuhan pangan mereka. Semoga ketiganya diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

