Rabu, 19 Agustus 2026. Pukul 15 : 29 WIB
Memasuki usia lanjut, kebutuhan hidup tetap harus dipenuhi. Bagi Pak Surya, Pak Saelih, dan Pak Herman, kondisi ekonomi membuat mereka masih harus bekerja atau bergantung pada keluarga meski kemampuan fisik mulai terbatas.
Pada Selasa, 18 Agustus 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada tiga lansia di kawasan Bintara, Bekasi.
Ketiga penerima bantuan tersebut adalah Bapak Surya, Bapak Saelih, dan Bapak Herman. Masing-masing memiliki kondisi kehidupan yang berbeda, tetapi sama-sama menghadapi keterbatasan ekonomi.
Isi Bantuan Sembako

Paket bantuan yang diberikan kepada masing-masing penerima terdiri dari:
- Beras 5 kilogram
- Minyak goreng 2 liter
- Mie instan 20 bungkus
- Telur 1 kilogram
- Garam 500 gram
- Sarden 1 kaleng
- Susu kental manis 1 kaleng
- Biskuit Regal 3 pack
Pak Surya Masih Mengandalkan Penghasilan Keluarga


Bapak Surya, berusia 61 tahun, tinggal bersama istri dan tiga anaknya.
Selain tiga anak yang tinggal bersamanya, Pak Surya memiliki dua anak lainnya yang tinggal berjauhan. Tiga anak yang tinggal bersama masih bekerja sebagai pemulung untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Dua anak yang tinggal berjauhan tidak memberikan bantuan. Sementara itu, keluarga Pak Surya masih mendapat sedikit bantuan dari salah satu anak yang bekerja sebagai office boy (OB).
Dengan penghasilan yang terbatas, kebutuhan keluarga sehari-hari harus tetap dipenuhi dengan kemampuan yang ada.
Pak Saelih Tak Lagi Bisa Memulung


Bapak Saelih, berusia 66 tahun, kini tinggal bersama satu anak dan tiga cucunya yang masih bersekolah.
Istrinya telah meninggal dunia. Sebelumnya, Pak Saelih bekerja sebagai pemulung untuk mendapatkan penghasilan.
Namun, kondisi kakinya yang sakit membuat aktivitasnya kini terbatas dan ia tidak lagi bisa memulung seperti sebelumnya.
Dalam kondisi tersebut, Pak Saelih tinggal bersama anak dan tiga cucunya yang masih membutuhkan biaya untuk sekolah dan kebutuhan sehari-hari.
Pak Herman Memulung Bersama Istri


Bapak Herman, berusia 60 tahun, tinggal bersama istri dan seorang cucunya.
Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Pak Herman dan istrinya masih bekerja sebagai pemulung.
Pak Herman memiliki enam anak. Namun, menurut keterangan keluarga, keenam anaknya tidak memberikan bantuan untuk kebutuhan sehari-hari. Karena itu, Pak Herman dan istrinya tetap berusaha mencari penghasilan sendiri melalui pekerjaan memulung.
Bantuan untuk Meringankan Kebutuhan Pangan
Melalui bantuan sembako ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap kebutuhan pangan Pak Surya, Pak Saelih, Pak Herman, dan keluarga dapat sedikit terbantu.
Beras, minyak, telur, mie instan, sarden, susu, garam, dan biskuit yang diberikan diharapkan dapat membantu mengurangi sebagian pengeluaran untuk kebutuhan makan sehari-hari.
Kisah ketiga lansia tersebut menunjukkan bahwa masih ada orang lanjut usia yang tetap harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup. Ada yang masih memulung bersama pasangan, ada yang tidak lagi mampu bekerja karena kondisi kaki, dan ada pula yang mengandalkan bantuan anggota keluarga dengan kemampuan terbatas.
Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan sehingga bantuan dapat terus disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi Pak Surya, Pak Saelih, Pak Herman, dan keluarga, serta membantu meringankan kebutuhan pangan mereka. Semoga mereka diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

