Sabtu, 31 Oktober 2026. Pukul 21 : 19 WIB
Pada Sabtu, 31 Oktober 2026, Tim Relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada dua perempuan lanjut usia di Tangerang, yaitu Sitam, 59 tahun, dan Suheini, 66 tahun. Keduanya menghadapi keterbatasan ekonomi dan kondisi kehidupan yang membuat pemenuhan kebutuhan sehari-hari tidak selalu mudah.
Sitam Tidak Bisa Melihat dan Sering Dibantu Tetangga untuk Makan


Sitam, 59 tahun, tinggal bersama suaminya yang bekerja sebagai pemulung. Hasil memulung biasanya dikumpulkan dan dijual setiap tiga hari sekali, dengan penghasilan sekitar Rp20 ribu.
Kondisi Sitam sendiri cukup memprihatinkan karena ia sudah tidak bisa melihat. Dengan keterbatasan penglihatan tersebut, ia tidak dapat leluasa melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.
Sementara itu, penghasilan suaminya dari memulung sangat terbatas dan tidak selalu cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Dalam kondisi tertentu, Sitam dan suaminya bahkan harus mengandalkan bantuan makanan dari tetangga agar tetap bisa makan.
Kondisi ini membuat kebutuhan pangan menjadi salah satu persoalan yang harus mereka hadapi setiap hari. Dengan penghasilan yang hanya diperoleh beberapa hari sekali, pasangan ini harus berusaha mengatur kebutuhan hidup sebaik mungkin.
Suheini Tetap Memulung Setelah Kehilangan Suami


Penerima bantuan berikutnya adalah Suheini, perempuan berusia 66 tahun yang sudah tidak memiliki suami. Setelah ditinggal suami, ia harus menjalani kehidupan dengan mengandalkan hasil memulung untuk mendapatkan penghasilan.
Suheini memiliki anak, tetapi kondisi ekonomi anaknya juga masih kekurangan sehingga belum mampu memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidup ibunya.
Selain keterbatasan penghasilan, kondisi tempat tinggal Suheini juga cukup memprihatinkan. Ia tinggal di rumah yang belum memiliki fasilitas kamar mandi, sehingga kebutuhan dasar untuk menjalani aktivitas sehari-hari masih belum terpenuhi dengan baik.
Di usia yang sudah lanjut, Suheini masih harus bekerja sebagai pemulung untuk mendapatkan uang. Dengan dukungan keluarga yang terbatas dan penghasilan yang tidak menentu, memenuhi kebutuhan makan sehari-hari menjadi tantangan tersendiri baginya.
Bantuan Sembako untuk Membantu Kebutuhan Pangan

Melalui kegiatan sosial ini, Tim Relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyerahkan paket sembako kepada Sitam dan Suheini. Masing-masing paket berisi beras 5 kg, minyak goreng 2 liter, mi instan 20 bungkus, telur 1 kg, garam 400 gram, sarden 1 kaleng, susu kental manis 1 kaleng, dan biskuit Regal 3 bungkus.
Bantuan tersebut diharapkan dapat menambah persediaan makanan dan meringankan sebagian pengeluaran sehari-hari kedua penerima bantuan. Tambahan bahan pangan ini diharapkan membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka di tengah kondisi ekonomi yang terbatas.
Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan pihak yang telah mendukung kegiatan sosial ini. Dukungan yang diberikan membantu menjangkau para lansia dan masyarakat yang membutuhkan perhatian serta bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

