Sabtu, 8 Agustus 2026. Pukul 16 : 38 WIB
Kondisi kesehatan dan keterbatasan ekonomi tidak membuat Ibu Cangkol berhenti berusaha. Meski pernah mengalami stroke, ia masih bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan menjalani kehidupan dengan penghasilan yang tidak menentu.
Pada Jumat, 7 Agustus 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyerahkan bantuan sembako kepada Ibu Cangkol, seorang lansia berusia 57 tahun yang tinggal di kawasan Jl. Rawa Bebek, Kolong Tol, RT/RW 011/011, Penjaringan.
Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga Ibu Cangkol yang hidup dalam keterbatasan.
Isi Bantuan Sembako

Paket bantuan yang diberikan kepada Ibu Cangkol terdiri dari:
- Beras 10 kilogram
- Minyak goreng 2 liter
- Mie instan 20 bungkus
- Telur 1 kilogram
- Garam 500 gram
- Sarden 1 kaleng
- Susu kental manis 1 kaleng
- Biskuit Regal 3 pack
Tetap Bekerja Meski Pernah Mengalami Stroke


Ibu Cangkol merupakan lansia yang mengalami stroke. Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-hari tidak lagi mudah dilakukan. Namun, keterbatasan kesehatan tidak membuatnya berhenti berusaha mendapatkan penghasilan.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Ibu Cangkol masih bekerja sebagai penarik becak. Penghasilan yang diperoleh tidak menentu dan jumlahnya pun terbatas.
Di rumah, Ibu Cangkol juga masih memiliki tanggung jawab terhadap anaknya yang berusia 13 tahun. Karena kondisi ekonomi keluarga yang sulit, sang anak terpaksa harus putus sekolah karena tidak ada biaya.
Keadaan tersebut membuat kebutuhan keluarga harus dipenuhi dengan penghasilan yang sangat terbatas. Meski demikian, Ibu Cangkol tetap berusaha bekerja sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.
Bantuan untuk Meringankan Kebutuhan Keluarga
Melalui bantuan sembako ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap kebutuhan pangan Ibu Cangkol dan keluarganya dapat sedikit terbantu. Bantuan kebutuhan pokok diharapkan dapat mengurangi sebagian pengeluaran sehari-hari, terutama di tengah penghasilan yang tidak menentu.
Kisah Ibu Cangkol menjadi gambaran bahwa masih ada lansia yang harus terus bekerja meskipun kondisi kesehatan sudah tidak lagi prima. Dengan segala keterbatasannya, ia tetap berusaha memenuhi kebutuhan keluarga dan mendampingi anaknya.
Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terus mendukung program kemanusiaan. Kepedulian bersama menjadi bagian penting agar bantuan dapat terus menjangkau lansia, penyandang disabilitas, dan keluarga yang membutuhkan.
Semoga bantuan ini dapat memberikan sedikit keringanan bagi Ibu Cangkol dan keluarganya. Semoga beliau diberikan kesehatan, kekuatan, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

