Kamis, 6 Agustus 2026. Pukul 18 : 03 WIB
Tidak semua orang dapat menikmati masa tua dengan keluarga yang selalu mendampingi. Ada lansia yang harus menghadapi hari-harinya seorang diri, tetap bekerja meski tenaga tak lagi sekuat dulu. Bagi mereka, setiap barang bekas yang berhasil dikumpulkan menjadi harapan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Pada Selasa, 4 Agustus 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada tiga lansia di Jalan Ceger Raya, Gang Iwapi RT 005/RW 004, Pondok Aren.
Program ini merupakan bentuk kepedulian kepada para lansia yang masih harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup di tengah keterbatasan ekonomi dan minimnya dukungan keluarga.
Isi Bantuan Sembako

Paket bantuan yang diberikan kepada masing-masing penerima terdiri dari:
- Beras 5 kilogram
- Minyak goreng 2 liter
- Mie instan 20 bungkus
- Telur 1 kilogram
- Garam 500 gram
- Sarden 1 kilogram
- Susu kental manis 1 kilogram
Sari (74 Tahun), Tetap Memulung Meski Hidup Sendiri


Salah satu penerima bantuan adalah Ibu Sari, lansia berusia 74 tahun yang telah ditinggal suaminya.
Dari anak yang dimilikinya, satu orang telah berkeluarga dan tinggal berjauhan. Namun, hingga kini tidak pernah memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Demi tetap bertahan hidup, Ibu Sari masih bekerja sebagai pemulung di usia senjanya.
Suherman (60 Tahun), Tidur Menumpang di Taman Baca


Bantuan juga diberikan kepada Bapak Suherman, lansia berusia 60 tahun yang hidup sebatang kara.
Beliau tidak memiliki tempat tinggal tetap dan sehari-harinya menumpang untuk beristirahat di sebuah taman baca. Meski memiliki seorang anak, hubungan mereka sudah jarang terjalin dan kunjungan pun sangat jarang dilakukan. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Pak Suherman mengandalkan hasil memulung setiap hari.
Warnita (64 Tahun), Bertahan Hidup Tanpa Dukungan Anak


Penerima lainnya adalah Bapak Warnita, lansia berusia 64 tahun yang tinggal seorang diri.
Kedua anaknya telah berumah tangga, namun belum dapat memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan beliau. Di tengah kondisi tersebut, Pak Warnita tetap bekerja sebagai pemulung agar dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.
Kepedulian yang Menjadi Penguat Perjuangan
Melalui bantuan sembako ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap kebutuhan pangan ketiga lansia dapat terbantu sehingga beban hidup mereka sedikit berkurang.
Kisah Ibu Sari, Pak Suherman, dan Pak Warnita mengingatkan bahwa masih banyak lansia yang menjalani masa tua dengan penuh perjuangan. Meski hidup dalam keterbatasan dan minim dukungan keluarga, mereka tetap memilih bekerja dan berusaha memenuhi kebutuhan hidup dengan penuh keteguhan.
Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mendukung berbagai program kemanusiaan. Berkat kepedulian bersama, bantuan dapat terus disalurkan kepada para lansia, penyandang disabilitas, dan keluarga prasejahtera yang membutuhkan.
Semoga bantuan sembako ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari Ibu Sari, Pak Suherman, dan Pak Warnita, serta semoga mereka senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalani hari-hari di usia senja.

