Tetap Berjuang di Usia Senja, Tiga Lansia di Penjaringan Terima Bantuan Sembako

Kamis, 11 Juni 2026. Pukul 12 : 28 WIB

Usia lanjut seharusnya menjadi masa untuk beristirahat dan menikmati hari-hari bersama keluarga. Namun bagi sebagian lansia, kenyataannya berbeda. Di tengah kondisi kesehatan yang menurun dan keterbatasan ekonomi, mereka masih harus berjuang setiap hari untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada tiga lansia di wilayah Penjaringan.

Bantuan ini diberikan untuk membantu meringankan kebutuhan pangan sehari-hari para penerima manfaat yang hidup dalam kondisi ekonomi yang terbatas.

Isi Bantuan Sembako

Paket bantuan yang disalurkan berisi:

  • Beras
  • Minyak goreng
  • Mi instan
  • Sarden
  • Susu kental manis
  • Telur
  • Garam
  • Biskuit Regal

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para lansia dan keluarganya dalam beberapa waktu ke depan.


Mamah (80 Tahun), Menjalani Hari Tua Bersama Keluarga yang Juga Berjuang

Salah satu penerima bantuan adalah Mamah, lansia berusia 80 tahun yang telah kehilangan suaminya.

Saat ini ia tinggal bersama seorang anak perempuan yang bekerja sebagai pembuang benang konveksi dengan penghasilan yang terbatas. Anak tersebut juga harus merawat suaminya yang mengalami stroke. Sementara satu anak lainnya tinggal di kampung dan jarang memberikan perhatian maupun bantuan kepada ibunya.

Di tengah kondisi tersebut, keluarga harus saling menopang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.


Abdul Raup (65 Tahun), Penyintas Stroke yang Masih Memulung untuk Bertahan Hidup

Penerima bantuan berikutnya adalah Bapak Abdul Raup, lansia berusia 65 tahun yang mengalami stroke dan telah ditinggal oleh istrinya.

Meski sedang menjalani proses pemulihan, beliau masih harus bekerja memulung barang-barang bekas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dari lima anak yang dimiliki, tidak ada yang memberikan bantuan ataupun dukungan ekonomi secara rutin.

Kondisi tersebut membuat Bapak Abdul Raup harus tetap berjuang sendiri di tengah keterbatasan fisik yang dialaminya.


Rohani (66 Tahun), Memulung Bersama Istri untuk Menyambung Hidup

Bantuan juga diberikan kepada Bapak Rohani, lansia berusia 66 tahun yang tinggal bersama istrinya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, keduanya bekerja sebagai pemulung. Meski usia tidak lagi muda, mereka masih harus berkeliling mengumpulkan barang bekas yang dapat dijual kembali.

Anak-anak mereka tidak pernah memberikan bantuan, sehingga pasangan lansia ini mengandalkan hasil memulung sebagai sumber penghidupan utama.


Kepedulian untuk Lansia yang Membutuhkan

Melalui kegiatan penyaluran bantuan ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap dapat membantu meringankan beban kebutuhan harian para lansia yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan minim dukungan keluarga.

Kisah para penerima manfaat ini menjadi pengingat bahwa masih banyak lansia yang membutuhkan perhatian dan bantuan dari masyarakat sekitar. Di usia yang seharusnya menjadi masa beristirahat, mereka masih harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Yayasan Amal Peduli Nusantara akan terus berupaya menyalurkan bantuan kepada masyarakat rentan, khususnya lansia, penyandang disabilitas, dan keluarga kurang mampu yang membutuhkan dukungan nyata.

Terima kasih kepada para donatur yang telah berpartisipasi dalam program ini. Melalui kepedulian bersama, bantuan dapat terus hadir bagi mereka yang membutuhkan dan memberikan manfaat bagi kehidupan sehari-hari para penerima.