Sabtu, 20 Juni 2026. Pukul 17 : 08 WIB
Tidak sedikit lansia yang masih harus menghadapi berbagai kesulitan di masa tua. Selain kondisi kesehatan yang mulai menurun, keterbatasan ekonomi dan minimnya dukungan keluarga membuat mereka tetap harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan, Yayasan Amal Peduli Nusantara kembali menyalurkan bantuan sembako kepada dua lansia di wilayah Tangerang.
Bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari sekaligus memberikan dukungan kepada para lansia yang masih berjuang menjalani kehidupan dalam berbagai keterbatasan.
Isi Bantuan Sembako

Paket bantuan yang disalurkan terdiri dari:
- Beras
- Minyak goreng
- Mie instan
- Sarden
- Susu kental manis
- Telur
- Garam
- Biskuit Regal
Melalui bantuan ini, diharapkan kebutuhan pangan para penerima manfaat dapat terbantu sehingga dapat mengurangi beban pengeluaran sehari-hari.
Admaja (61 Tahun), Hidup dengan Keterbatasan Fisik di Hari Tua


Salah satu penerima bantuan adalah Bapak Admaja, lansia berusia 61 tahun yang telah kehilangan istrinya.
Di usia yang tidak lagi muda, Bapak Admaja mengalami gangguan pada kakinya yang membuatnya kesulitan berjalan dan membatasi aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut membuatnya semakin sulit untuk mencari penghasilan atau melakukan pekerjaan berat.
Beliau memiliki dua orang anak yang sudah berkeluarga. Saat ini, Bapak Admaja tinggal bersama salah satu anak yang belum memiliki pekerjaan tetap. Dalam kesehariannya, kebutuhan hidup lebih banyak bergantung pada bantuan makan yang diberikan keluarga.
Dengan kondisi kesehatan yang menurun dan keterbatasan ekonomi yang ada, menjalani kehidupan sehari-hari menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya.
Nunung (64 Tahun), Tetap Bekerja Demi Membantu Kebutuhan Keluarga


Bantuan juga diberikan kepada Ibu Nunung, lansia berusia 64 tahun yang telah ditinggal oleh suaminya.
Dari empat anak yang dimiliki, hanya satu anak yang tinggal bersamanya. Namun kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat anak-anaknya belum mampu memberikan banyak bantuan untuk kebutuhan sehari-hari.
Meski telah memasuki usia lanjut, Ibu Nunung masih bekerja sebagai kuli cuci dan tukang urut untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Pekerjaan tersebut tetap dijalaninya demi membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Semangat dan kerja keras yang ditunjukkan Ibu Nunung menjadi gambaran bahwa banyak lansia yang masih harus berusaha sendiri untuk bertahan di tengah keterbatasan yang ada.
Kepedulian yang Diharapkan Dapat Meringankan Beban
Melalui program bantuan sembako ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berupaya hadir untuk membantu masyarakat rentan, khususnya para lansia yang menghadapi kesulitan ekonomi dan kondisi kesehatan yang tidak lagi prima.
Kisah Bapak Admaja dan Ibu Nunung menjadi pengingat bahwa masih banyak lansia yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari sesama. Bantuan yang diberikan mungkin tidak dapat menyelesaikan seluruh persoalan yang mereka hadapi, namun diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar dan memberikan sedikit keringanan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mendukung program ini. Berkat kepedulian bersama, bantuan dapat terus disalurkan kepada mereka yang membutuhkan dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan para penerima manfaat.
Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari Bapak Admaja dan Ibu Nunung serta menjadi penyemangat bahwa masih ada banyak orang yang peduli terhadap perjuangan mereka di masa tua.

