Jumat, 19 Juni 2026. Pukul 12 : 53 WIB
Usia yang semakin lanjut tidak selalu membuat beban hidup menjadi lebih ringan. Bagi sebagian lansia, kebutuhan sehari-hari tetap harus dipenuhi dengan bekerja keras, meskipun kondisi fisik sudah tidak sekuat dulu.
Melihat kondisi tersebut, Yayasan Amal Peduli Nusantara kembali menyalurkan bantuan sembako kepada dua lansia di wilayah Tangerang yang masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup di tengah keterbatasan ekonomi.
Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian kepada para lansia yang tetap berusaha bertahan dan menghidupi keluarganya meski berada dalam kondisi yang tidak mudah.
Isi Bantuan Sembako

Paket bantuan yang disalurkan terdiri dari:
- Beras
- Minyak goreng
- Mie instan
- Sarden
- Susu kental manis
- Telur
- Garam
- Biskuit Regal
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari para penerima manfaat.
Adih (70 Tahun), Menghidupi Keluarga di Tengah Keterbatasan


Salah satu penerima bantuan adalah Bapak Adih, lansia berusia 70 tahun yang telah kehilangan istrinya.
Di usia yang tidak lagi muda, Bapak Adih masih bekerja sebagai pengorek kebun untuk mendapatkan penghasilan. Pekerjaan tersebut dilakukan demi membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Saat ini, beliau tinggal bersama seorang anak penyandang disabilitas yang membutuhkan perhatian khusus dan satu anak lainnya yang bekerja dengan upah minim. Kondisi tersebut membuat kebutuhan keluarga masih bergantung pada usaha yang dilakukan setiap hari.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Bapak Adih tetap berusaha menjalani kehidupannya dengan penuh tanggung jawab.
Mitun (95 Tahun), Tetap Memulung di Usia yang Hampir Satu Abad


Bantuan juga diberikan kepada Ibu Mitun, lansia berusia 95 tahun yang telah ditinggal oleh suaminya.
Di usia yang sangat lanjut, Ibu Mitun masih harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dari dua anak yang dimiliki, ia tinggal bersama salah satu anaknya dan bersama-sama mencari penghasilan dengan memulung barang-barang bekas yang dapat dijual kembali.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu sumber penghidupan yang mereka andalkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kisah Ibu Mitun menjadi gambaran bahwa masih banyak lansia yang harus tetap bekerja keras meskipun usia mereka sudah sangat lanjut.
Kepedulian untuk Lansia yang Membutuhkan
Melalui program bantuan sembako ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap dapat membantu meringankan beban kebutuhan harian para lansia yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Bantuan yang diberikan mungkin tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan mereka, namun diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari dan menjadi bentuk dukungan bagi mereka yang masih terus berjuang di masa tua.
Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mendukung program kemanusiaan ini. Berkat kepedulian bersama, bantuan dapat terus disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya lansia yang hidup dalam kondisi rentan.
Semoga bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari Bapak Adih dan Ibu Mitun serta menjadi pengingat bahwa kepedulian kepada sesama dapat membawa manfaat yang nyata bagi mereka yang membutuhkan.

