Senin, 25 Mei 2026. Pukul 17 : 21 WIB
Hujan Deras pada 23 Mei 2026 Rendam Permukiman Warga di Kecamatan Gabus

( Dokumentasi : Tanggul Jebol, Puluhan Rumah di Gabus Terendam. Foto bersumber dari situs jurnal pantura )
Pati, Jateng – Banjir melanda wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Sabtu dini hari, 23 Mei 2026 sekitar pukul 03.00 WIB. Peristiwa ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam durasi cukup lama hingga menyebabkan debit air Sungai Godo meningkat dan meluap. Kondisi semakin parah setelah tanggul sungai jebol dan air masuk ke kawasan permukiman warga di Desa Tanjunganom, Kecamatan Gabus.
Menurut laporan BNPB dan BPBD setempat, banjir sempat mengganggu aktivitas masyarakat karena genangan air merendam rumah warga dan akses lingkungan desa.
50 Rumah dan Puluhan Kepala Keluarga Terdampak
Dampak yang tercatat akibat banjir tersebut antara lain:
- 50 Kepala Keluarga (KK) terdampak,
- 50 unit rumah warga terendam,
- aktivitas dan mobilitas masyarakat sempat terganggu akibat genangan air di lingkungan permukiman.
Hingga laporan terakhir, tidak ada informasi korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski demikian, warga tetap diminta waspada terhadap kemungkinan banjir susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
BPBD Lakukan Pemantauan dan Penanganan di Lokasi

( Dokumentasi : Warga membersihkan rumah pasca banjir. Foto bersumber dari situs mondes )
Tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Pati bersama aparat desa dan petugas gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan:
- kaji cepat,
- pemantauan debit air sungai,
- serta koordinasi penanganan di wilayah terdampak.
Kondisi genangan dilaporkan mulai berangsur surut beberapa waktu setelah banjir terjadi. Namun, warga di sekitar aliran Sungai Godo tetap diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
Tanggul Sungai Jadi Sorotan Warga
Jebolnya tanggul Sungai Godo menjadi perhatian masyarakat setempat karena dinilai memperparah luapan air ke area permukiman warga. Beberapa laporan menyebut kerusakan tanggul membuat air lebih cepat masuk ke lingkungan rumah penduduk ketika debit sungai meningkat.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait dilaporkan terus melakukan pemantauan kondisi tanggul dan aliran sungai guna mencegah dampak yang lebih besar apabila hujan kembali turun dalam beberapa hari ke depan.
Harapan dan Doa
Banjir yang terjadi di Desa Tanjunganom, Kecamatan Gabus menjadi pengingat pentingnya kesiapan menghadapi cuaca ekstrem dan penguatan infrastruktur pengendali banjir di wilayah rawan luapan sungai.
Semoga masyarakat yang terdampak diberikan keselamatan dan kekuatan menghadapi situasi ini, serta proses pemulihan dapat berjalan cepat sehingga aktivitas warga kembali normal.
Harapannya, penanganan tanggul, normalisasi aliran sungai, dan sistem mitigasi banjir dapat terus diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

