Stroke dan Kebutaan di Usia Senja, Dua Lansia Terima Bantuan Sembako dari Yayasan Amal Peduli Nusantara

Sabtu, 25 Juli 2026. Pukul 15 : 32 WIB

Memasuki usia lanjut seharusnya menjadi masa untuk menikmati waktu bersama keluarga. Namun, bagi sebagian lansia, hari tua justru diisi dengan perjuangan melawan penyakit, keterbatasan ekonomi, dan minimnya dukungan dari orang-orang terdekat. Di tengah kondisi tersebut, kepedulian dari sesama menjadi harapan yang sangat berarti.

Pada Jumat, 24 Juli 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada dua lansia yang hidup dalam kondisi memprihatinkan sebagai bagian dari program kepedulian terhadap masyarakat prasejahtera.

Melalui program ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok para lansia sekaligus memberikan semangat agar mereka tetap menjalani hari-hari dengan penuh harapan.

Isi Bantuan Sembako

Paket bantuan yang diberikan terdiri dari:

  • Beras 5 kilogram
  • Minyak goreng 2 liter
  • Mie instan 20 bungkus
  • Telur 1 kilogram
  • Garam 500 gram
  • Sarden 1 kilogram
  • Susu kental manis 1 kilogram
  • Biskuit Regal 3 pack

Suherlan (69 Tahun), Terbaring Akibat Stroke di Hari Tuanya

Salah satu penerima bantuan adalah Bapak Suherlan, lansia berusia 69 tahun yang mengalami stroke sehingga tidak lagi mampu beraktivitas seperti sebelumnya.

Beliau tinggal bersama sang istri dan memiliki empat orang anak. Salah satu anak tinggal terpisah dan tidak memberikan bantuan, sementara satu anak lainnya hanya mampu membantu sesuai kemampuan. Di dalam keluarga tersebut juga terdapat seorang anak yang mengalami gangguan jiwa (ODGJ), sehingga beban keluarga menjadi semakin berat.

Dengan kondisi kesehatan yang terus menurun, kebutuhan sehari-hari Bapak Suherlan kini banyak bergantung pada dukungan keluarga.


Yani (61 Tahun), Hidup dengan Keterbatasan Penglihatan dan Dukungan Keluarga

Bantuan juga disalurkan kepada Ibu Yani, lansia berusia 61 tahun yang belum pernah menikah dan tidak memiliki anak.

Ibu Yani mengalami kebutaan sehingga aktivitas sehari-harinya sangat bergantung pada bantuan orang lain. Saat ini beliau tinggal bersama keponakannya yang bekerja sebagai pengemudi ojek pangkalan dengan penghasilan yang terbatas. Selain itu, beliau juga menerima sedikit bantuan dari pemerintah untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup.

Di tengah segala keterbatasan yang dihadapi, Ibu Yani tetap menjalani hari-harinya dengan penuh kesabaran.


Kepedulian yang Meringankan Beban

Melalui program bantuan sembako ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara terus berkomitmen membantu para lansia yang hidup dalam keterbatasan ekonomi maupun kondisi kesehatan.

Kisah Bapak Suherlan dan Ibu Yani menjadi pengingat bahwa masih banyak lansia yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari masyarakat. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok mereka sekaligus menjadi penyemangat bahwa mereka tidak menghadapi perjuangan hidup seorang diri.

Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mendukung berbagai program kemanusiaan. Berkat kepedulian bersama, bantuan dapat terus disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan mereka.

Semoga bantuan sembako ini dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari Bapak Suherlan dan Ibu Yani, serta menjadi penyemangat bahwa kepedulian yang diberikan hari ini dapat membawa harapan bagi mereka yang sedang berjuang di usia senja.