Jumat, 18 September 2026. Pukul 10 : 23 WIB
Menjalani kehidupan di usia lanjut tidak selalu mudah, terutama ketika dukungan keluarga terbatas dan kondisi kesehatan mulai menghambat aktivitas sehari-hari.
Hal tersebut dialami oleh Daam, 68 tahun, dan Neneng, 61 tahun, dua lansia di kawasan Pinang Ranti yang menjalani hari-hari dengan kondisi yang tidak sederhana.
Pada Rabu, 16 September 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyerahkan bantuan sembako kepada keduanya sebagai bentuk kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Daam Masih Memulung Bersama Istri


Daam, 68 tahun, tinggal bersama istrinya. Ia memiliki tiga anak, tetapi anak-anaknya saat ini tidak memberikan bantuan untuk kebutuhan hidup mereka.
Karena itu, Daam dan istrinya masih berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan memulung.
Keduanya juga tinggal di tanah garapan, dengan kondisi tempat tinggal yang sederhana. Hasil dari memulung menjadi salah satu sumber yang mereka andalkan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Di usia yang sudah lanjut, Daam tetap berusaha bekerja dengan kemampuan yang dimilikinya untuk membantu memenuhi kebutuhan bersama sang istri.
Ibu Neneng Jalani Hari Tua Setelah Mengalami Stroke


Sementara itu, Neneng, 61 tahun, sudah tidak memiliki suami. Ia memiliki empat anak, tetapi tiga di antaranya sudah berumah tangga dan jarang memberikan bantuan.
Saat ini aktivitas Ibu Neneng juga sudah terbatas karena mengalami stroke. Kondisi tersebut membuatnya tidak lagi banyak melakukan aktivitas seperti sebelumnya.
Dengan keterbatasan kesehatan dan dukungan keluarga yang tidak banyak, keseharian Ibu Neneng dijalani dengan kondisi yang sederhana.
Bantuan Sembako untuk Meringankan Kebutuhan

Untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok kedua lansia tersebut, Yayasan Amal Peduli Nusantara memberikan paket sembako.
Setiap paket bantuan berisi:
- Beras 5 Kg
- Minyak 2 Liter
- Mie instan 20 bungkus
- Telur 1 Kg
- Garam 500 gram
- Sarden 1 kaleng
- Susu kental manis 1 kaleng
- Biskuit Regal 3 pack
Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan makanan dan bahan pokok sehari-hari sekaligus sedikit meringankan beban yang harus mereka jalani.
Daam masih memulung bersama istrinya dan tinggal di tanah garapan setelah tiga anaknya tidak memberikan bantuan. Sementara Ibu Neneng harus menjalani hari tua tanpa suami dan dengan aktivitas yang terbatas setelah mengalami stroke, sementara dukungan dari anak-anaknya juga belum banyak.
Semoga bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi Daam dan Ibu Neneng. Semoga keduanya senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan di usia senja.

