Sebatang kara, alami tulang patah, suami tiada & rindukan 4 anaknya. Ibu Emi menangis saat dibantu

Selasa, 13 Oktober 2026. Pukul 17 : 39 WIB

Pada Selasa, 13 Oktober 2026, Tim Relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada Emi Narmi Utami, seorang perempuan berusia 58 tahun di Jakarta Selatan. Setelah kehilangan suami dan mengalami patah tulang yang membuat aktivitasnya terbatas, Emi kini menjalani hari-hari dengan kondisi ekonomi yang tidak mudah.

Menghadapi Keterbatasan Setelah Kehilangan Suami

Emi Narmi Utami sudah tidak memiliki suami. Sejak suaminya meninggal, ia juga semakin jarang bertemu dengan keempat anaknya. Kondisi tersebut membuat dukungan keluarga yang diterimanya menjadi terbatas.

Selain menghadapi keadaan keluarga yang berubah, Emi juga mengalami patah tulang sehingga kesulitan melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Keterbatasan fisik ini menjadi tantangan tersendiri dalam menjalani kesehariannya.

Salah satu anaknya masih memberikan bantuan sekitar Rp100 ribu per minggu. Namun, bantuan tersebut perlu digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan, sehingga Emi tetap harus menjalani kehidupan dengan penuh keterbatasan.

Bantuan Sembako untuk Memenuhi Kebutuhan Pangan

Melihat kondisi tersebut, Tim Relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyerahkan paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan Emi. Paket bantuan tersebut berisi beras 5 kg, minyak goreng 2 liter, mi instan 20 bungkus, telur 1 kg, garam 500 gram, sarden 1 kaleng, susu kental manis 1 kaleng, dan biskuit Regal 3 bungkus.

Bantuan ini diharapkan dapat menambah persediaan makanan dan meringankan sebagian pengeluaran sehari-hari Emi, terutama saat kondisi fisiknya membuat aktivitas menjadi lebih sulit.

Yayasan Amal Peduli Nusantara menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur dan pihak yang telah mendukung kegiatan sosial ini. Dukungan yang diberikan membantu menjangkau masyarakat yang sedang menghadapi keterbatasan, termasuk para lansia dan mereka yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.