Saat Usia Tak Lagi Muda, Pak Eyo dan Pak Iwan Masih Mengandalkan Hasil Memulung

Selasa, 18 Agustus 2026. Pukul 20 : 21 WIB

Di usia lanjut, kebutuhan hidup tetap harus dipenuhi setiap hari. Namun bagi sebagian lansia, mencari penghasilan untuk makan dan memenuhi kebutuhan keluarga bukanlah hal yang mudah.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Yayasan Amal Peduli Nusantara yang kembali menyalurkan bantuan sembako kepada dua lansia di Bekasi. Bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari sekaligus meringankan beban mereka yang masih harus berjuang di tengah keterbatasan usia dan kondisi kehidupan.

Pak Eyo, Tetap Memulung di Usia 63 Tahun

Salah satu penerima bantuan adalah Bapak Eyo, yang kini berusia 63 tahun. Pak Eyo tinggal bersama salah satu anaknya dan selama ini berusaha memenuhi kebutuhan hidup dari hasil memulung.

Istri Pak Eyo telah meninggal dunia. Dari enam orang anak yang dimilikinya, sebagian besar sudah tidak terlalu dapat memberikan perhatian dan bantuan kepadanya. Kondisi tersebut membuat Pak Eyo harus berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan kemampuannya sendiri.

Di tengah usianya yang sudah lanjut, Pak Eyo juga mengalami diabetes dan kesulitan berjalan. Kondisi fisik tersebut tentu membuat aktivitas sehari-harinya menjadi semakin terbatas.

Meski demikian, kebutuhan hidup tetap berjalan. Selama masih mampu, Pak Eyo tetap berusaha memulung untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan anak yang tinggal bersamanya.

Pak Iwan dan Istri Masih Berjuang Membesarkan Anak

Penerima bantuan lainnya adalah Bapak Iwan, lansia berusia 61 tahun yang tinggal bersama istri dan anak-anaknya.

Pak Iwan dan istrinya memiliki tujuh orang anak. Tiga anak mereka sudah berkeluarga, sementara empat anak lainnya masih kecil dan tiga di antaranya masih bersekolah.

Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Pak Iwan dan istrinya masih bekerja sebagai pemulung. Keduanya menjalani pekerjaan tersebut bersama-sama demi mendapatkan penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari sekaligus membantu membiayai pendidikan anak-anak mereka.

Di usia yang seharusnya sudah lebih banyak beristirahat, Pak Iwan masih harus bekerja karena kebutuhan keluarga belum selesai. Begitu pula dengan istrinya yang tetap mendampingi dan membantu mencari penghasilan.

Bantuan Sembako untuk Meringankan Kebutuhan Sehari-hari

Melalui kegiatan ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara menyerahkan paket sembako kepada Pak Eyo dan Pak Iwan.

Setiap paket bantuan berisi:

  • Beras 5 kg untuk Bapak Eyo & 10 kg untuk Bapak Iwan
  • Minyak goreng 2 liter
  • Mie instan 20 bungkus
  • Telur 1 kilogram
  • Garam 500 gram
  • Sarden 1 kaleng
  • Susu kental manis 1 kaleng
  • Biskuit Regal 3 pack

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga penerima, terutama di tengah kondisi mereka yang masih harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Kisah Pak Eyo dan Pak Iwan juga menjadi pengingat bahwa masih ada lansia yang tetap bekerja karena keadaan. Mereka tidak hanya menghadapi persoalan usia, tetapi juga harus memikirkan kebutuhan makan, keluarga, dan kehidupan sehari-hari.

Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap bantuan sederhana ini dapat memberikan sedikit keringanan bagi Pak Eyo, Pak Iwan, dan keluarga mereka.

Semoga keduanya senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan bersama keluarga.