Selasa, 6 Oktober 2026. Pukul 12 : 38 WIB

( Dokumentasi : Wakil Bupati Sukabumi Andreas melihat kondisi rumah warga yang atapnya rusak akibat cuaca ekstrem di wilayah Kecamatan Cicurug, Sabtu (3/10/2026).Foto bersumber dari situs PikiranRakyat )
Hujan Deras Picu Longsor di Caringin, Nagrak, dan Sukaraja
Sukabumi, Jawa Barat — Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada awal Oktober memicu sejumlah tanah longsor di Kabupaten Sukabumi. Dalam rangkaian kejadian tersebut, 10 rumah, satu masjid, dan sejumlah area sawah terdampak di Kecamatan Caringin. Longsor juga sempat menutup jalan gang di Kecamatan Nagrak dan menutup aliran Sungai Cisero di Kecamatan Sukaraja. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan dalam ketiga kejadian tersebut.
Kejadian pertama yang menjadi perhatian terjadi di Kampung Caringin Pojok, Desa Caringin Kulon, Kecamatan Caringin, pada 3 Oktober 2026. Hujan deras dan berlangsung cukup lama menyebabkan tanah longsor hingga mengenai saluran pengairan Citalaga. Kondisi tersebut kemudian membuat aliran air meluap dan berdampak pada lingkungan di sekitar permukiman.
Berdasarkan pendataan BPBD Kabupaten Sukabumi, 10 kepala keluarga atau 20 jiwa terdampak. Limpasan air akibat gangguan pada saluran pengairan tersebut mengenai 10 rumah warga, satu masjid, serta beberapa sawah. Tidak terdapat laporan korban meninggal dunia, korban luka maupun warga yang hilang. Petugas bersama warga melakukan penanganan sementara untuk membuka kembali saluran pengairan Citalaga.
Longsor lainnya terjadi di Kampung Kalaparea, Desa Kalaparea, Kecamatan Nagrak. Berdasarkan data BPBD, kejadian ini berlangsung pada 2 Oktober sekitar pukul 17.30 WIB setelah hujan deras meningkatkan debit air dan menggenangi area persawahan. Tanggul sawah yang juga berfungsi sebagai tebing pembatas dengan jalan gang tidak mampu menahan tekanan air sehingga jebol dan longsor.
Material tanah dengan ukuran sekitar 6 meter tinggi dan 7 meter panjang menutup jalan gang alternatif yang menghubungkan dua desa dan sempat menghambat aktivitas warga. Tidak ada korban jiwa maupun luka. Petugas bersama warga kemudian membersihkan material longsoran menggunakan pompa sehingga akses jalan kembali dapat dilalui. Meski demikian, perbaikan tanggul sawah masih diperlukan untuk mencegah kerusakan kembali terjadi.

( Dokumentasi : Pohon setinggi 25 meter di Sukabumi tumbang, timpa atap kantor kecamatan Kadudampit. Sabtu (3/10/2026). Foto bersumber dari situs P2Bk/Kompas )
Pada 4 Oktober 2026, longsor kembali terjadi di Kampung Cisero, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja. Hujan dengan intensitas tinggi dan berlangsung cukup lama menyebabkan tebing dengan ukuran sekitar 2,5 meter tinggi dan 50 meter panjang mengalami longsor. Material tanah kemudian menutupi Sungai Cisero.
BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat tidak ada warga yang menjadi korban maupun terdampak langsung dalam kejadian di Sukaraja. Meski demikian, material longsor yang menutup aliran sungai perlu segera ditangani agar aliran air dapat kembali normal. Tim P2BK bersama perangkat desa, relawan dan masyarakat melakukan asesmen di lokasi serta menyiapkan upaya untuk membuka kembali aliran Sungai Cisero.
Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan dampak hujan deras terhadap permukiman, lahan pertanian, saluran pengairan, dan akses warga di beberapa wilayah Kabupaten Sukabumi pada awal Oktober. Penanganan dilakukan secara bertahap oleh petugas bersama pemerintah setempat dan masyarakat.
Yayasan Amal Peduli Nusantara turut prihatin atas rangkaian musibah tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Sukabumi. Kami turut sedih melihat rumah warga, masjid, sawah, saluran pengairan, serta akses jalan masyarakat ikut terdampak. Puji syukur tidak ada korban jiwa dalam rangkaian kejadian tersebut. Semoga warga yang terdampak tetap diberikan keselamatan dan kekuatan, sementara kerusakan yang terjadi dapat segera ditangani dan kondisi kembali aman.

