Perjuangan Tak Berhenti di Masa Tua, Tiga Lansia Terima Bantuan Sembako

Jumat, 3 Juli 2026. Pukul 19 : 29 WIB 

Di balik senyuman para lansia, masih banyak perjuangan yang tidak terlihat. Ada yang harus bertahan dengan penyakit kronis, ada yang tetap bekerja demi keluarga, dan ada pula yang menjalani hari tua seorang diri. Di tengah keterbatasan tersebut, bantuan kebutuhan pokok menjadi dukungan yang sangat berarti.

Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan, Yayasan Amal Peduli Nusantara kembali menyalurkan bantuan sembako kepada tiga lansia di wilayah Salembaran.

Melalui program ini, yayasan berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari sekaligus menghadirkan kepedulian bagi para lansia yang masih berjuang menjalani kehidupan.

Isi Bantuan Sembako

Paket bantuan yang diberikan terdiri dari:

  • Beras
  • Minyak goreng
  • Mie instan
  • Sarden
  • Susu kental manis
  • Telur
  • Garam
  • Biskuit Regal

Bantuan tersebut disalurkan langsung kepada para penerima manfaat agar dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari.


Tjakim (61 Tahun), Berjuang Melawan Gagal Ginjal di Tengah Keterbatasan

Salah satu penerima bantuan adalah Bapak Tjakim, lansia berusia 61 tahun yang hidup terpisah dari istrinya yang berada di kampung halaman.

Kedua anaknya juga tinggal berjauhan sehingga tidak dapat mendampinginya setiap hari. Di tengah kondisi tersebut, Bapak Tjakim harus menjalani hidup dengan penyakit gagal ginjal yang membuat aktivitasnya menjadi terbatas.

Meski kondisi kesehatannya menurun, beliau masih sesekali memulung barang bekas untuk mendapatkan penghasilan demi memenuhi kebutuhan hidup.


Sarkuna (63 Tahun), Tetap Bekerja Demi Membantu Keluarga

Bantuan juga diberikan kepada Ibu Sarkuna, lansia berusia 63 tahun yang telah ditinggal oleh suaminya.

Dari tiga anak yang dimiliki, dua telah berkeluarga, sementara satu anak yang telah menjanda tinggal bersama Ibu Sarkuna bersama tiga orang anaknya.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga, Ibu Sarkuna bekerja membantu berjualan nasi uduk. Penghasilan yang diperoleh digunakan untuk menopang kebutuhan rumah tangga yang dihuni beberapa anggota keluarga.


Neni (60 Tahun), Menjalani Hari Tua Seorang Diri

Penerima bantuan berikutnya adalah Ibu Neni, lansia berusia 60 tahun yang hidup seorang diri tanpa suami maupun anak.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, beliau bekerja sebagai pemulung rongsokan dan sesekali menjadi kuli cuci. Kedua pekerjaan tersebut dilakukan meskipun tenaga yang dimiliki tidak lagi sekuat saat masih muda.

Semangat Ibu Neni untuk terus bekerja menjadi bukti bahwa banyak lansia yang tetap berusaha mandiri meskipun hidup dalam berbagai keterbatasan.


Kepedulian yang Diharapkan Meringankan Beban

Melalui program bantuan sembako ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara terus berkomitmen membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya para lansia yang menghadapi kesulitan ekonomi, kondisi kesehatan yang menurun, maupun minimnya dukungan keluarga.

Kisah Bapak Tjakim, Ibu Sarkuna, dan Ibu Neni menunjukkan bahwa setiap lansia memiliki perjuangan yang berbeda, namun semuanya membutuhkan perhatian dan kepedulian dari sesama.

Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mendukung program kemanusiaan ini. Berkat kepedulian bersama, bantuan dapat terus disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan mereka.

Semoga bantuan sembako yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para penerima manfaat serta menjadi penyemangat bahwa masih banyak orang yang peduli terhadap perjuangan mereka di usia senja.