Jumat, 7 Agustus 2026. Pukul 10 : 22 WIB
Bagi sebagian orang, masa tua identik dengan waktu untuk beristirahat. Namun bagi sebagian lansia lainnya, usia senja justru masih diisi dengan bekerja keras demi memenuhi kebutuhan hidup. Dengan tenaga yang semakin terbatas, mereka tetap berusaha mencari nafkah agar keluarga dapat terus bertahan.
Pada Rabu, 5 Agustus 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada dua lansia di Jalan Ceger Raya, Gang Iwapi RT 005/RW 004, Pondok Aren.
Program bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kepada para lansia yang masih harus bekerja keras di usia senja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Isi Bantuan Sembako

Paket bantuan yang diberikan kepada masing-masing penerima terdiri dari:
- Beras 5 kilogram
- Minyak goreng 2 liter
- Mie instan 20 bungkus
- Telur 1 kilogram
- Garam 400 gram
- Sarden 1 kaleng
- Susu kental manis 1 kaleng
- Biskuit Regal 3 pack
Sangarih (72 Tahun) , Memulung dengan Penghasilan Sekitar Rp15 Ribu Sehari


Salah satu penerima bantuan adalah Bapak Sangarih, seorang lansia yang tinggal terpisah dari istrinya yang berada di kampung.
Beliau memiliki enam orang anak. Tiga di antaranya telah berkeluarga, dua anak membantu sang ibu sesuai kemampuan mereka, sementara satu anak lainnya masih bersekolah.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Pak Sangarih bekerja sebagai pemulung dengan penghasilan yang rata-rata hanya sekitar Rp15 ribu per hari. Dari penghasilan yang sangat terbatas tersebut, beliau tetap berusaha bertahan menjalani kehidupan di usia senja.
Rabil (73 Tahun), Tetap Memulung Demi Menghidupi Keluarga


Bantuan juga diberikan kepada Bapak Rabil, lansia berusia 73 tahun yang tinggal bersama istri dan anaknya.
Di usia yang tidak lagi muda, Pak Rabil masih bekerja sebagai pemulung untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Bersama keluarganya, beliau tinggal menumpang di atas tanah milik orang lain. Meski hidup dalam keterbatasan, beliau tetap berusaha mencari nafkah setiap hari demi keluarganya.
Kepedulian yang Meringankan Beban
Melalui bantuan sembako ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan Pak Sangarih dan Pak Rabil sehingga beban pengeluaran sehari-hari mereka dapat sedikit berkurang.
Perjuangan kedua lansia ini menunjukkan bahwa tanggung jawab kepada keluarga tidak berhenti ketika usia bertambah. Dengan pekerjaan sederhana sebagai pemulung, mereka tetap berusaha menjalani hidup secara mandiri dan tidak menyerah pada keadaan.
Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mendukung berbagai program kemanusiaan. Berkat kepedulian bersama, bantuan dapat terus menjangkau para lansia, penyandang disabilitas, serta keluarga prasejahtera di berbagai wilayah.
Semoga bantuan sembako ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari Pak Sangarih dan Pak Rabil, serta semoga keduanya senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan di usia senja.

