Kamis, 20 Agustus 2026. Pukul 15 : 08 WIB
Di usia lanjut, kebutuhan hidup tetap harus dipenuhi. Pak Saryo masih bekerja sebagai badut dengan penghasilan yang tidak menentu, sementara Ibu Sarah kini berusia 101 tahun dan mengandalkan bantuan keluarga untuk kebutuhan sehari-hari.
Pada Rabu, 19 Agustus 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada dua lansia di kawasan Pancoran Buntu, Tebet.
Bantuan diberikan kepada Bapak Saryo, lansia berusia 68 tahun, dan Ibu Sarah, yang telah berusia 101 tahun.
Isi Bantuan Sembako

Paket bantuan yang diberikan kepada masing-masing penerima terdiri dari:
- Beras 5 kilogram
- Minyak goreng 2 liter
- Mie instan 20 bungkus
- Telur 1 kilogram
- Garam 500 gram
- Sarden 1 kaleng
- Susu kental manis 1 kaleng
- Biskuit Regal 3 pack
Pak Saryo Masih Bekerja sebagai Badut


Bapak Saryo, 68 tahun, tinggal bersama istrinya dan seorang anak.
Saat ini, istrinya sedang mengalami sakit sehingga aktivitasnya menjadi terbatas. Dalam kondisi tersebut, Pak Saryo masih berusaha mendapatkan penghasilan dengan bekerja sebagai badut.
Sementara itu, anaknya bekerja sebagai tukang dekorasi. Keduanya sama-sama memiliki penghasilan yang tidak tetap sehingga kebutuhan rumah tangga harus disesuaikan dengan pemasukan yang ada.
Meski sudah memasuki usia lanjut dan harus merawat istri yang sedang sakit, Pak Saryo tetap berusaha bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Ibu Sarah Jalani Hari Tua di Usia 101 Tahun


Sementara itu, Ibu Sarah kini telah berusia 101 tahun dan hidup tanpa suami.
Ibu Sarah memiliki dua anak. Salah satu anaknya sudah berkeluarga dan masih rutin mengunjungi beliau. Saat datang, anak tersebut biasanya memberikan uang sekitar Rp5.000–Rp10.000 sesuai kemampuannya.
Untuk kebutuhan makan sehari-hari, Ibu Sarah juga mendapat bantuan dari salah satu anaknya.
Di usia yang sudah sangat lanjut, kebutuhan sehari-hari Ibu Sarah kini banyak bergantung pada perhatian dan bantuan keluarga.
Bantuan untuk Kebutuhan Sehari-hari
Melalui penyaluran bantuan sembako ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap kebutuhan pangan Pak Saryo dan Ibu Sarah dapat sedikit terbantu.
Beras, minyak, telur, mie instan, sarden, susu, garam, dan biskuit yang diberikan diharapkan dapat membantu mengurangi sebagian kebutuhan pengeluaran untuk makan sehari-hari.
Kondisi Pak Saryo dan Ibu Sarah menunjukkan dua situasi yang berbeda di usia lanjut. Pak Saryo masih harus bekerja dengan penghasilan yang tidak tetap, sementara Ibu Sarah yang telah berusia 101 tahun kini lebih banyak bergantung pada bantuan keluarga.
Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan sehingga bantuan dapat terus disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi Pak Saryo, Ibu Sarah, dan keluarga, serta membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semoga keduanya senantiasa diberikan kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan dalam menjalani hari-hari di usia lanjut.

