Mengurut dan Berjualan Kopi, Dua Lansia Ini Masih Berjuang untuk Makan

Sabtu, 15 Agustus 2026. Pukul 11 : 09 WIB

Hidup seorang diri di usia lanjut membuat kebutuhan sehari-hari harus dipenuhi dengan kemampuan sendiri. Ibu Meliana dan Ibu Watini tetap bekerja meski penghasilan yang mereka dapatkan sangat terbatas.

Pada Rabu, 12 Agustus 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada dua lansia yang hidup sebatang kara.

Kedua penerima bantuan tersebut adalah Ibu Meliana, berusia 66 tahun, dan Ibu Watini, berusia 61 tahun. Keduanya masih berusaha mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Isi Bantuan Sembako

Paket bantuan yang diberikan kepada masing-masing penerima terdiri dari:

  • Beras 5 kilogram
  • Minyak goreng 2 liter
  • Mie instan 20 bungkus
  • Telur 1 kilogram
  • Garam 500 gram
  • Sarden 1 kaleng
  • Susu kental manis 1 kaleng
  • Biskuit Regal 3 pack

Ibu Meliana Bertahan dari Jasa Urut

Ibu Meliana, berusia 66 tahun, hidup seorang diri dan tinggal di sebuah kontrakan petak.

Untuk mendapatkan pemasukan, Ibu Meliana bekerja sebagai tukang urut. Namun, penghasilannya tidak tetap karena bergantung pada ada atau tidaknya orang yang membutuhkan jasanya.

Meski sudah memasuki usia lanjut dan hidup seorang diri, Ibu Meliana tetap berusaha bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ibu Watini Berjualan Kopi di Dalam Gang

Sementara itu, Ibu Watini, berusia 61 tahun, juga menjalani kehidupan seorang diri.

Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, Ibu Watini berjualan kopi di dalam gang. Dari usaha tersebut, ia mendapatkan pemasukan sekitar Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per hari.

Penghasilan tersebut harus digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari, sehingga kehidupan Ibu Watini masih dijalani dengan penuh keterbatasan.

Bantuan untuk Meringankan Kebutuhan Pangan

Melalui bantuan sembako ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap kebutuhan pangan Ibu Meliana dan Ibu Watini dapat sedikit terbantu.

Beras, minyak, telur, mie instan, sarden, susu, garam, dan biskuit yang diberikan diharapkan dapat membantu mengurangi sebagian pengeluaran untuk kebutuhan makan sehari-hari.

Kisah Ibu Meliana dan Ibu Watini menjadi gambaran bahwa sebagian lansia masih harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup, bahkan ketika mereka tidak memiliki keluarga yang tinggal bersama.

Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan. Dukungan tersebut membantu bantuan terus disalurkan kepada lansia dan masyarakat yang membutuhkan.

Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi Ibu Meliana dan Ibu Watini, membantu memenuhi kebutuhan pangan mereka, serta memberikan sedikit keringanan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.