Rabu, 5 Agustus 2026. Pukul 10 : 31 WIB
Tidak sedikit lansia yang masih harus bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup. Meski usia terus bertambah dan tenaga semakin terbatas, mereka tetap berusaha mencari nafkah dengan pekerjaan yang mampu dilakukan. Di balik setiap karung rongsokan yang mereka kumpulkan, tersimpan semangat untuk tetap mandiri dan menjalani hari-hari dengan penuh ketabahan.
Pada Selasa, 4 Agustus 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada tiga lansia di wilayah Depok sebagai bagian dari program kepedulian terhadap masyarakat lanjut usia yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Isi Bantuan Sembako

Paket bantuan yang diberikan kepada masing-masing penerima terdiri dari:
- Beras 5 kilogram
- Minyak goreng 2 liter
- Mie instan 20 bungkus
- Telur 1 kilogram
- Garam 500 gram
- Sarden 1 kilogram
- Susu kental manis 1 kilogram
Asiyah (60 Tahun), Bertahan Hidup dari Hasil Memulung


Salah satu penerima bantuan adalah Ibu Asiyah, lansia berusia 60 tahun yang telah kehilangan suaminya dan tidak memiliki anak.
Dalam kesehariannya, beliau tinggal bersama seorang keponakan. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Ibu Asiyah masih bekerja sebagai pemulung. Meski penghasilannya tidak menentu, beliau tetap berusaha mandiri dan menjalani hari-hari dengan penuh semangat.
Sutisna (76 Tahun), Tetap Memulung untuk Membantu Istri


Bantuan juga diberikan kepada Bapak Sutisna, lansia berusia 76 tahun yang masih memiliki istri, namun tinggal terpisah.
Beliau bekerja sebagai pemulung untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup istrinya. Dari tiga orang anak yang telah berkeluarga, bantuan yang diberikan hanya sebatas kemampuan mereka sehingga belum dapat mencukupi seluruh kebutuhan keluarga.
Meski usia tidak lagi muda, Pak Sutisna tetap berusaha mencari nafkah agar dapat terus membantu sang istri.
Ade (69 Tahun), Tetap Bekerja di Hari Tua


Penerima bantuan lainnya adalah Bapak Ade, lansia berusia 69 tahun yang juga masih memiliki istri. Saat ini mereka tinggal terpisah karena sang istri membantu mengurus cucu Pak Tatang.
Meski hidup terpisah, istrinya masih berusaha memberikan bantuan seadanya kepada beliau. Sementara itu, Pak Ade tetap bekerja sebagai pemulung untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di usia senjanya.
Semangat untuk terus bekerja menjadi bukti bahwa beliau tidak menyerah pada keadaan meskipun menghadapi berbagai keterbatasan.
Kepedulian yang Menjadi Penyemangat
Melalui program bantuan sembako ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap dapat membantu meringankan kebutuhan pokok Ibu Asiyah, Bapak Sutisna, dan Bapak Ade sehingga mereka dapat menjalani hari-hari dengan sedikit lebih tenang.
Perjuangan ketiga lansia ini menunjukkan bahwa semangat untuk bertahan hidup tidak mengenal usia. Di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi fisik yang semakin menurun, mereka tetap memilih bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup dengan cara yang halal dan penuh martabat.
Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang terus mendukung berbagai program kemanusiaan. Berkat kepedulian bersama, bantuan dapat terus menjangkau para lansia, penyandang disabilitas, dan keluarga prasejahtera yang membutuhkan.
Semoga bantuan sembako ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari Ibu Asiyah, Bapak Sutisna, dan Bapak Ade, serta semoga mereka senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan di usia senja.

