Memulung, Mengurut, dan Menjadi Tukang Kerik, Perjuangan Tiga Lansia di Penjaringan

Rabu, 2 September 2026. Pukul 15 : 03 WIB

Di usia lanjut, kebutuhan hidup tetap harus dipenuhi. Ada yang harus memulung dan mengambil pekerjaan apa saja agar bisa makan, ada yang tetap bekerja meski mengalami sakit, dan ada pula yang sudah tidak banyak beraktivitas karena penglihatannya menurun.

Pada Selasa, 1 September 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada tiga lansia di wilayah Penjaringan.

Ketiga penerima manfaat tersebut adalah Ibu Jaenah, Bapak Ikhsan, dan Ibu Ina. Masing-masing memiliki kondisi kehidupan yang berbeda, namun sama-sama menghadapi keterbatasan ekonomi dan dukungan keluarga.

Isi Bantuan Sembako

Paket bantuan yang diberikan kepada masing-masing penerima terdiri dari:

  • Beras 5 kilogram
  • Minyak goreng 2 liter
  • Mie instan 20 bungkus
  • Telur 1 kilogram
  • Garam 400 gram
  • Sarden 1 kaleng
  • Susu kental manis 1 kaleng
  • Biskuit Sari Gandum 20 pcs

Ibu Jaenah, Tetap Bekerja Meski Sering Kesulitan Makan

Ibu Jaenah, 63 tahun, tinggal sebatang kara.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, beliau mengambil berbagai pekerjaan seperti memulung botol, menjadi tukang urut, dan tukang kerik. Penghasilan dari pekerjaan tersebut tidak selalu ada dan sering kali hanya cukup untuk kebutuhan dasar.

Karena tidak mendapat bantuan dari anak, Ibu Jaenah terkadang mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Biaya kontrakan juga menjadi salah satu beban yang harus dipikirkan.

Meski demikian, beliau tetap berusaha mengambil pekerjaan apa pun yang masih mampu dilakukan untuk mendapatkan pemasukan.

Pak Ikhsan, Tetap Memulung Meski Kakinya Sering Sakit

Bapak Ikhsan, 69 tahun, tinggal bersama seorang anak yang telah menjadi janda. Istrinya sudah meninggal dunia, sementara tiga anak lainnya telah berkeluarga dan belum banyak membantu kebutuhan hidupnya.

Sehari-hari, Pak Ikhsan masih bekerja sebagai pemulung. Namun, beliau sering mengalami sakit pada bagian kaki yang diduga berkaitan dengan masalah saraf.

Kondisi tersebut membuat aktivitasnya menjadi lebih sulit. Meski kakinya sering sakit, Pak Ikhsan belum pernah mendapatkan pengobatan karena keterbatasan yang dimiliki.

Ibu Ina, Aktivitas Terbatas karena Masalah Penglihatan

Ibu Ina, 66 tahun, tinggal bersama salah satu anaknya yang bekerja sebagai tukang cuci gosok.

Kondisi penglihatan Ibu Ina sudah menurun sehingga beliau tidak lagi banyak beraktivitas atau mencari pemasukan seperti sebelumnya.

Dari tujuh anak yang dimiliki, hanya dua yang sesekali memberikan uang jajan, biasanya sekitar Rp20 ribu. Bantuan tersebut diberikan sesuai kemampuan dan tidak dilakukan secara rutin.

Dengan kondisi penglihatan yang terbatas, Ibu Ina kini lebih banyak bergantung pada keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bantuan untuk Meringankan Kebutuhan Sehari-hari

Melalui program bantuan sembako ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap kebutuhan pangan Ibu Jaenah, Pak Ikhsan, dan Ibu Ina dapat sedikit terbantu.

Bantuan berupa beras, minyak, mie instan, telur, sarden, susu kental manis, garam, dan biskuit diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan makan sehari-hari serta mengurangi sebagian pengeluaran yang harus mereka tanggung.

Ketiga lansia ini memiliki perjuangan masing-masing. Ibu Jaenah masih mengambil berbagai pekerjaan untuk makan dan membayar kontrakan. Pak Ikhsan tetap memulung meski kakinya sering sakit dan belum pernah berobat. Sementara Ibu Ina harus membatasi aktivitas karena masalah penglihatan dan hanya mendapat bantuan terbatas dari anak-anaknya.

Melalui penyaluran bantuan ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berupaya memberikan sedikit keringanan bagi mereka yang masih menjalani hari-hari dengan kondisi terbatas.

Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi Ibu Jaenah, Pak Ikhsan, dan Ibu Ina, membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, serta semoga mereka diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan di usia senja.