Rabu, 23 September 2026. Pukul 15 : 08 WIB
Di usia lanjut, kebutuhan hidup tetap harus dipenuhi setiap hari. Namun ketika kondisi kesehatan menurun dan dukungan keluarga terbatas, menjalani kehidupan sehari-hari dapat menjadi perjuangan tersendiri.
Hal tersebut dialami oleh Uman, 67 tahun, Asuroh, 67 tahun, dan Armah, 68 tahun, tiga lansia di kawasan Pondok Aren yang menghadapi kondisi berbeda, mulai dari keterbatasan penghasilan hingga masalah kesehatan dan minimnya dukungan keluarga.
Pada Selasa, 22 September 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyerahkan bantuan sembako kepada ketiganya untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Pak Uman Masih Memulung dengan Penghasilan Terbatas


Uman, 67 tahun, kini tinggal sebatang kara setelah istrinya meninggal dunia.
Anak-anaknya berada di kampung. Mereka jarang bertemu dengan Pak Uman dan saat ini tidak memberikan bantuan untuk kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, Pak Uman masih berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri dengan memulung. Dari pekerjaan tersebut, penghasilannya sekitar Rp200 ribu dalam waktu dua minggu.
Dengan pemasukan yang terbatas, Pak Uman harus mengatur kebutuhan sehari-hari dengan sangat sederhana. Meski sudah lanjut usia, ia tetap berusaha bekerja agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
Ibu Asuroh Jalani Hari Tua Setelah Stroke


Sementara itu, Asuroh, 67 tahun, mengalami stroke dan sudah kehilangan suaminya.
Ibu Asuroh memiliki tiga anak. Salah satunya menjadi guru mengaji dengan bayaran seikhlasnya, sementara dua anak lainnya saat ini tidak bekerja.
Dengan kondisi kesehatan Ibu Asuroh dan keadaan ekonomi anak-anaknya yang juga terbatas, kebutuhan keluarga tidak mudah untuk dipenuhi.
Di tengah keterbatasan tersebut, Ibu Asuroh tetap menjalani hari-harinya dengan dukungan keluarga yang ada.
Ibu Armah Mengalami Sakit Jantung


Kisah lainnya datang dari Armah, 68 tahun, yang mengalami sakit jantung.
Suaminya masih ada, tetapi jarang pulang karena bekerja sebagai kuli pacul. Ia hanya sesekali memberikan uang kepada Ibu Armah, sekitar Rp50 ribu.
Sementara itu, dukungan dari anak juga jarang diterima. Kondisi tersebut membuat Ibu Armah harus menjalani kesehariannya dengan dukungan yang sangat terbatas.
Di tengah kondisi kesehatan yang dialaminya, kebutuhan sehari-hari tetap harus dipenuhi dengan apa yang tersedia.
Bantuan Sembako untuk Meringankan Kebutuhan

Melihat kondisi ketiga lansia tersebut, Yayasan Amal Peduli Nusantara memberikan paket sembako dengan jumlah beras yang disesuaikan dengan masing-masing penerima.
Bapak Uman dan Ibu Asuroh masing-masing menerima beras 5 Kg, sedangkan Ibu Armah menerima beras 10 Kg.
Isi bantuan lainnya terdiri dari:
- Minyak 1,8 Liter
- Mie instan 20 bungkus
- Telur 1 Kg
- Garam 500 gram
- Sarden 1 kaleng
- Susu kental manis 1 kaleng
- Biskuit Regal 3 pack
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan makanan dan bahan pokok sehari-hari sekaligus sedikit meringankan pengeluaran para penerima manfaat.
Pak Uman masih memulung dengan penghasilan sekitar Rp200 ribu untuk dua minggu setelah kehilangan istri dan minimnya dukungan dari anak-anak yang tinggal di kampung. Ibu Asuroh menjalani kehidupan dengan kondisi stroke sementara anak-anaknya juga berada dalam kondisi ekonomi yang terbatas. Sementara Ibu Armah mengalami sakit jantung dengan dukungan dari suami dan anak yang masih sangat terbatas.
Ketiganya tetap berusaha menjalani kehidupan dengan kemampuan yang mereka miliki, meski kondisi kesehatan, ekonomi, dan dukungan keluarga tidak selalu mudah.
Semoga bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi Pak Uman, Ibu Asuroh, dan Ibu Armah. Semoga mereka senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan di usia senja.

