Memulung hingga Berutang untuk Makan, Perjuangan Dua Lansia di Pinang Ranti

Rabu, 16 September 2026. Pukul 12 : 51 WIB 

Menjalani kehidupan di usia lanjut tidak selalu berarti dapat beristirahat dari berbagai kebutuhan hidup. Bagi sebagian lansia, keterbatasan keluarga dan kondisi ekonomi membuat mereka masih harus bertahan dengan bantuan orang sekitar atau bekerja semampunya.

Hal tersebut dialami oleh Ibu Sulikah, 74 tahun, dan Muhadi, 61 tahun, dua lansia di kawasan Pinang Ranti, Jakarta Timur, yang menjalani hari-hari dengan kondisi ekonomi yang terbatas.

Pada Selasa, 15 September 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyerahkan bantuan sembako kepada keduanya sebagai bentuk kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Ibu Sulikah Jalani Hari Tua Seorang Diri

Ibu Sulikah, 74 tahun, kini hidup sebatang kara setelah suaminya meninggal dunia.

Tanpa pasangan dan tanpa keluarga yang tinggal bersamanya, Ibu Sulikah harus menjalani kesehariannya seorang diri. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, ia sering mendapatkan bantuan dari tetangga sekitar.

Perhatian warga menjadi salah satu bentuk dukungan yang membantu Ibu Sulikah menjalani kehidupan sehari-hari di tengah keterbatasannya.

Di usia yang sudah lanjut, kondisi tersebut membuat kebutuhan sederhana sehari-hari menjadi sesuatu yang harus dijalani dengan dukungan orang-orang di sekitarnya.

Pak Muhadi Masih Memulung di Usia 61 Tahun

Sementara itu, Muhadi, 61 tahun, tinggal bersama istrinya. Ia memiliki dua anak yang sudah berumah tangga, tetapi keduanya belum dapat membantu kebutuhan orang tua mereka.

Karena itu, Pak Muhadi masih berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan memulung.

Penghasilan dari pekerjaan tersebut tidak selalu mencukupi. Ketika pemasukan tidak ada atau tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan makan, Pak Muhadi juga kerap berutang.

Di usia 61 tahun, ia masih harus mengandalkan tenaga sendiri untuk mencari penghasilan, sementara dukungan dari anak-anaknya masih sangat terbatas.

Bantuan Sembako untuk Meringankan Kebutuhan

Melihat kondisi kedua lansia tersebut, Yayasan Amal Peduli Nusantara memberikan paket sembako yang berisi kebutuhan pokok rumah tangga.

Setiap paket bantuan terdiri dari:

  • Beras 5 Kg
  • Minyak 2 Liter
  • Mie instan 20 bungkus
  • Telur 1 Kg
  • Garam 500 gram
  • Sarden 1 kaleng
  • Susu kental manis 1 kaleng
  • Biskuit Regal 3 pack

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan makanan dan bahan pokok Ibu Sulikah serta keluarga Pak Muhadi, sekaligus sedikit mengurangi beban pengeluaran mereka.

Ibu Sulikah menjalani hari tua seorang diri setelah kehilangan suami dan kini banyak mengandalkan bantuan tetangga. Sementara Pak Muhadi masih memulung bersama istrinya dan terkadang harus berutang ketika penghasilan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan makan.

Semoga bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi keduanya. Semoga Ibu Sulikah dan Pak Muhadi senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan di usia senja.