Sabtu, 22 Agustus 2026. Pukul 11 : 31 WIB
Memasuki usia lanjut, Pak Areva dan Ibu Siti masih harus menjalani kehidupan dengan keterbatasan. Keduanya tetap berusaha memenuhi kebutuhan keluarga, bahkan Ibu Siti juga mengurus empat cucu yang masih balita.
Pada Kamis, 20 Agustus 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada dua lansia yang menghadapi kondisi kehidupan yang tidak mudah.
Bantuan diberikan kepada Bapak Areva dan Ibu Siti Rohanah.
Bantuan untuk Pak Areva


Bapak Areva merupakan lansia yang kini tinggal terpisah dari istrinya. Sang istri tinggal di kampung bersama salah satu anak mereka yang masih remaja.
Pak Areva memiliki dua anak. Salah satu anaknya sudah dewasa dan kini ikut bekerja sebagai pemulung bersama dirinya. Sementara anak lainnya masih remaja dan tinggal bersama ibunya di kampung.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Pak Areva masih mengandalkan pekerjaan memulung. Penghasilan dari pekerjaan tersebut digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup dengan kondisi yang terbatas.
Ibu Siti Mengurus Empat Cucu yang Masih Balita


Sementara itu, Ibu Siti Rohanah menjalani hari tua bersama suaminya dan masih bekerja sebagai pemulung.
Selain memenuhi kebutuhan hidup sendiri, Ibu Siti juga mengurus empat cucu yang masih berusia balita. Keempat cucunya kini berada dalam pengasuhan Ibu Siti setelah ditinggal oleh orang tua mereka.
Ibu Siti juga tidak mengetahui keberadaan dua anaknya yang menjadi orang tua dari anak-anak tersebut.
Kondisi ini membuat tanggung jawab Ibu Siti dan suaminya cukup besar. Di usia lanjut, mereka masih harus mencari penghasilan sekaligus memenuhi kebutuhan empat cucu yang masih kecil.
Isi Bantuan Sembako


Untuk bantuan yang diberikan terdiri dari:
- Beras 5 kg untuk Bapak Areva & 10 kg untuk Ibu Siti
- Minyak goreng 2 liter
- Mie instan 20 bungkus
- Telur 1 kilogram
- Garam 500 gram
- Sarden 1 kaleng
- Susu kental manis 1 kaleng
- Biskuit Regal 3 pack
Bantuan untuk Meringankan Kebutuhan Keluarga
Bantuan sembako ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan Pak Areva dan keluarga, serta Ibu Siti bersama suami dan keempat cucunya.
Bagi keluarga yang masih mengandalkan penghasilan dari memulung, kebutuhan pangan menjadi salah satu pengeluaran yang harus terus diperhatikan. Karena itu, bantuan bahan makanan sehari-hari diharapkan dapat sedikit mengurangi beban pengeluaran mereka.
Kisah Pak Areva dan Ibu Siti memperlihatkan bahwa di usia lanjut, sebagian orang masih harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bahkan, Ibu Siti tidak hanya berjuang untuk dirinya sendiri, tetapi juga merawat empat cucu yang masih balita.
Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan sehingga bantuan dapat terus disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi Pak Areva, Ibu Siti, keluarga, dan keempat cucunya. Semoga mereka diberikan kesehatan, kekuatan, serta kemudahan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

