Masih Menjadi Tukang Parkir di Usia 61 Tahun Demi Menghidupi Istri, lansia ini terima bantuan

Selasa, 1 September 2026. Pukul 20 : 19 WIB

Memasuki usia lanjut, sebagian orang masih harus bekerja agar kebutuhan hidup tetap terpenuhi. Pak Sabichi masih menjadi tukang parkir untuk menghidupi istrinya, sementara Pak Sudarno menjalani hari-hari seorang diri sebagai penarik becak meski sering mengalami batuk dan kelelahan.

Pada Senin, 31 Agustus 2026, tim relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada dua lansia yang masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup di usia senja.

Bantuan diberikan kepada Bapak Sabichi, berusia 61 tahun, dan Bapak Sudarno, berusia 62 tahun.

Isi Bantuan Sembako

Paket bantuan yang diberikan kepada masing-masing penerima terdiri dari:

  • Beras 5 kilogram
  • Minyak goreng 2 liter
  • Mie instan 20 bungkus
  • Telur 1 kilogram
  • Garam 400 gram
  • Sarden 1 kaleng
  • Susu kental manis 1 kaleng
  • Biskuit Sari Gandum 20 pcs

Pak Sabichi Tetap Menjadi Tukang Parkir Demi Istri

Bapak Sabichi, 61 tahun, tinggal bersama istrinya.

Dari empat anak yang dimiliki, tidak ada yang memberikan bantuan untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Dalam kondisi tersebut, Pak Sabichi masih bekerja sebagai tukang parkir untuk mendapatkan penghasilan.

Penghasilan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus menghidupi sang istri. Meski usia sudah tidak muda, Pak Sabichi tetap bekerja karena kebutuhan keluarga tetap harus dipenuhi.

Pak Sudarno Menarik Becak Meski Sering Batuk dan Lelah

Sementara itu, Bapak Sudarno, 62 tahun, menjalani kehidupan seorang diri. Istri dan anaknya berada di kampung.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Pak Sudarno bekerja sebagai penarik becak. Namun, beliau sering mengalami batuk dan kelelahan sehingga aktivitas mencari nafkah tidak selalu mudah dilakukan.

Anaknya juga jarang memberikan bantuan, sehingga Pak Sudarno masih mengandalkan penghasilannya sendiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bantuan untuk Meringankan Kebutuhan Pangan

Melalui bantuan sembako ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap kebutuhan pangan Pak Sabichi dan Pak Sudarno dapat sedikit terbantu.

Bantuan berupa beras, minyak, mie instan, telur, garam, sarden, susu kental manis, dan biskuit diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan makan sehari-hari sekaligus mengurangi sebagian pengeluaran yang harus mereka tanggung.

Pak Sabichi masih bekerja demi memenuhi kebutuhan istrinya, sementara Pak Sudarno tetap menarik becak meski kondisi tubuhnya sering mengalami batuk dan kelelahan. Keduanya menunjukkan bahwa keterbatasan usia tidak selalu membuat perjuangan mencari nafkah berhenti.

Melalui penyaluran bantuan ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berharap dapat memberikan sedikit keringanan bagi keduanya.

Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi Pak Sabichi dan Pak Sudarno, membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, serta semoga keduanya senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan.