Rabu, 28 Oktober 2026. Pukul 18 : 11 WIB
Pada Rabu, 28 Oktober 2026, Tim Relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada dua lansia di wilayah Cilincing, yaitu Wajim, 67 tahun, dan Suyatmi, 62 tahun. Keduanya masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup melalui pekerjaan sebagai pemulung, di tengah keterbatasan ekonomi dan tanggung jawab keluarga yang harus dijalani.
Wajim Memulung, Istri Bekerja sebagai Kuli Tanam


Wajim, 67 tahun, tinggal bersama istrinya dan seorang cucu. Ia memiliki dua anak, tetapi salah satunya telah meninggal dunia. Sementara itu, anaknya yang masih ada sesekali berkunjung dan memberikan bantuan sekitar Rp100 ribu ketika memiliki rezeki.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Wajim masih bekerja sebagai pemulung. Istrinya juga bekerja sebagai kuli nandur atau pekerja tanam untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Penghasilan dari kedua pekerjaan tersebut menjadi penopang kehidupan mereka, meskipun jumlahnya terbatas.
Wajim juga pernah mengalami patah kaki dan hanya menjalani pengobatan seadanya. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menjalani aktivitas sehari-hari, sementara ia tetap harus berusaha mendapatkan penghasilan untuk keluarga.
Dengan pendapatan yang terbatas dan bantuan anak yang tidak selalu tersedia, kebutuhan pangan menjadi salah satu hal yang perlu mereka upayakan setiap hari.
Suyatmi Menghidupi Diri dan Anak Bungsu dari Hasil Memulung


Suyatmi, 62 tahun, merupakan seorang lansia yang sudah tidak memiliki suami. Ia memiliki empat anak dan saat ini berusaha menjalani kehidupan bersama anak bungsunya yang memiliki disabilitas fisik dan sindrom Down.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Suyatmi bekerja sebagai pemulung. Hasil dari mengumpulkan barang-barang bekas menjadi sumber penghasilannya sehari-hari, karena anak-anaknya belum dapat banyak membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Di usia yang sudah tidak muda lagi, Suyatmi masih harus berusaha mencari penghasilan untuk mencukupi kebutuhan dirinya dan anak bungsunya. Dengan pemasukan yang tidak menentu, kebutuhan makan dan pengeluaran rumah tangga harus disesuaikan dengan kemampuan yang ada.
Bantuan bahan pangan menjadi penting bagi Suyatmi dan anaknya, terutama untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah keterbatasan ekonomi yang mereka hadapi.
Bantuan Sembako untuk Membantu Kebutuhan Pangan

Melalui kegiatan sosial ini, Tim Relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyerahkan paket sembako kepada Wajim dan Suyatmi. Jumlah beras disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penerima, yaitu 10 kg untuk Wajim dan 5 kg untuk Suyatmi.
Selain beras, masing-masing paket berisi minyak goreng 1,8 liter, mi instan 20 bungkus, telur 1 kg, garam 500 gram, sarden 1 kaleng, susu kental manis 1 kaleng, dan biskuit Regal 3 bungkus.
Bantuan ini diharapkan dapat menambah persediaan makanan dan meringankan sebagian pengeluaran rumah tangga Wajim dan Suyatmi. Tambahan bahan pangan tersebut diharapkan membantu mereka memenuhi kebutuhan dasar di tengah penghasilan yang terbatas.
Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan pihak yang telah mendukung kegiatan sosial ini. Dukungan yang diberikan membantu penyaluran bantuan kepada para lansia dan keluarga yang membutuhkan, agar kebutuhan sehari-hari mereka dapat lebih terbantu.

