Masih Berjuang Memulung dan Bekerja di Usia Senja, Tiga Lansia di Penjaringan Terima Bantuan Sembako

Senin, 26 Oktober 2026. Pukul 15 : 21 WIB

Pada Sabtu, 24 Oktober 2026, Tim Relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada tiga lansia di kawasan Penjaringan. Mereka adalah Nani, 62 tahun, Ni Made Ketut Maryana, 68 tahun, dan Ami, 62 tahun. Ketiganya menghadapi keterbatasan ekonomi dan masih berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan penghasilan yang terbatas.

Nani Tetap Memulung di Tengah Kesulitan Hidup

Nani, 62 tahun, merupakan seorang lansia yang kini hidup tanpa pasangan dan mengandalkan kegiatan memulung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Anak satu-satunya tinggal jauh di Kendal dan telah berkeluarga, sehingga tidak dapat selalu berada di dekatnya.

Nani juga pernah mengalami masalah rumah tangga yang berat hingga berdampak pada kondisi emosional dan kesehatannya. Di tengah pengalaman hidup yang tidak mudah tersebut, ia masih harus berjuang mendapatkan penghasilan dari memulung untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Dengan dukungan keluarga yang terbatas, Nani perlu mengandalkan hasil pekerjaannya sendiri untuk membeli makanan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penghasilan dari memulung yang tidak menentu membuat kehidupannya masih penuh keterbatasan.

Ni Made Ketut Maryana Mengandalkan Hasil Memulung

Ni Made Ketut Maryana, 68 tahun, sudah tidak memiliki suami. Ia memiliki dua anak yang telah berumah tangga, tetapi kini tidak lagi memberikan bantuan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Maryana masih mengandalkan kegiatan memulung untuk mendapatkan penghasilan. Dari pekerjaan tersebut, ia memperoleh sekitar Rp30 ribu hingga Rp40 ribu setiap dua hari, bergantung pada hasil barang bekas yang dikumpulkan.

Dengan pendapatan yang terbatas, kebutuhan makan dan keperluan harian harus diatur dengan cermat. Di usianya yang sudah lanjut, Maryana tetap berusaha bekerja agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.

Kondisi ini membuat bantuan bahan pangan menjadi penting untuk membantu menambah persediaan makanan dan mengurangi sebagian pengeluaran sehari-hari.

Ami Tetap Bekerja sebagai Tukang Urut

Ami, 62 tahun, merupakan seorang lansia yang sudah tidak memiliki suami. Ia memiliki empat anak yang kini tinggal berjauhan. Pertemuan dengan anak-anaknya jarang terjadi, dan bantuan untuk memenuhi kebutuhannya juga tidak selalu tersedia.

Untuk mendapatkan penghasilan, Ami bekerja sebagai tukang urut sekitar dua hingga tiga kali seminggu. Pekerjaan tersebut menjadi salah satu cara yang masih dapat ia lakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Saat ini, Ami tinggal bersama cucunya yang sudah berumah tangga dan bekerja sebagai tukang parkir. Dengan penghasilan yang terbatas dari pekerjaan mereka, kebutuhan rumah tangga harus dipenuhi sesuai kemampuan.

Meski masih tinggal bersama keluarga, Ami tetap berusaha mencari penghasilan sendiri. Bantuan sembako diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan dan meringankan sebagian pengeluaran sehari-hari.

Bantuan Sembako untuk Membantu Kebutuhan Pangan

Melalui kegiatan sosial ini, Tim Relawan Yayasan Amal Peduli Nusantara menyerahkan paket sembako kepada Nani, Ni Made Ketut Maryana, dan Ami. Setiap paket berisi beras 5 kg, minyak goreng 1,8 liter, mi instan 20 bungkus, telur 1 kg, garam 500 gram, sarden 1 kaleng, susu kental manis 1 kaleng, dan biskuit Regal 3 bungkus.

Bantuan ini diharapkan dapat menambah persediaan makanan dan membantu meringankan sebagian pengeluaran sehari-hari ketiga penerima bantuan. Tambahan bahan pangan tersebut menjadi bentuk dukungan bagi para lansia yang masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup di tengah keterbatasan ekonomi.

Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan pihak yang telah mendukung kegiatan sosial ini. Kepedulian yang diberikan memungkinkan bantuan menjangkau para lansia yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.