Rabu, 13 Mei 2026. Pukul 19 : 11 WIB
Hujan Deras di Wilayah Hulu Sebabkan Banjir hingga 1,5 Meter
( Dokumentasi : Banjir yang melanda dan menerjang sambas, kalbar. Foto bersumber dari situs okezone )
Banjir kembali melanda Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, setelah Sungai Sambas meluap akibat curah hujan tinggi yang terjadi sejak awal Mei 2026. Genangan air mulai meningkat pada 8 Mei dan dampaknya masih dirasakan warga hingga 10–11 Mei 2026.
Luapan sungai merendam sejumlah rumah warga dan mengganggu aktivitas masyarakat di beberapa wilayah bantaran sungai.
Puluhan Rumah dan Kepala Keluarga Terdampak
Data BPBD mencatat dampak sementara banjir di Kabupaten Sambas:
- 28 rumah terdampak
- 28 kepala keluarga (KK) terdampak
- 2 KK mengungsi secara mandiri
- tinggi muka air mencapai sekitar 1,5 meter di beberapa titik.
Genangan masuk ke area rumah warga dan menyebabkan aktivitas sehari-hari menjadi terganggu. Beberapa rumah mengalami kerusakan ringan pada bagian lantai, perabot rumah tangga, dan lingkungan sekitar akibat genangan air yang cukup tinggi.
Warga Sempat Kesulitan Beraktivitas
( Dokumentasi : Banjir yang melanda dan menerjang sambas, kalbar. Foto bersumber dari situs BNPB )
Banjir menyebabkan akses lingkungan warga menjadi terbatas. Sejumlah jalan lingkungan tergenang sehingga kendaraan harus melintas secara perlahan dan warga mengalami kesulitan menjalankan aktivitas harian.
Sebagian warga memilih bertahan di rumah sambil memantau kondisi air, sementara dua kepala keluarga memilih mengungsi mandiri ke rumah kerabat yang lebih aman.
BPBD Pantau Debit Sungai dan Kondisi Cuaca
BPBD Kabupaten Sambas bersama aparat setempat terus melakukan:
- pemantauan debit Sungai Sambas,
- pendataan rumah terdampak,
- serta pemantauan wilayah rawan banjir susulan.
Hingga laporan terakhir:
- tidak ada korban jiwa,
- kondisi air mulai berangsur surut di beberapa lokasi,
- namun masyarakat diminta tetap waspada apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Cuaca Ekstrem Masih Perlu Diwaspadai
BNPB mengingatkan bahwa beberapa wilayah di Kalimantan Barat masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat pada pertengahan Mei 2026. Kondisi tersebut dapat menyebabkan peningkatan debit sungai secara cepat, terutama di wilayah dataran rendah dan sekitar bantaran sungai.
Pemerintah daerah bersama BPBD terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.
Harapan dan Doa
Banjir akibat luapan Sungai Sambas menjadi pengingat bahwa curah hujan tinggi dapat berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat di sekitar aliran sungai.
Semoga masyarakat yang terdampak diberikan keselamatan dan kekuatan menghadapi situasi ini, serta proses pemulihan dapat berjalan cepat sehingga aktivitas warga kembali normal.
Harapannya, penanganan sungai, sistem drainase, dan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem dapat terus diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

