Rabu, 15 April 2026. Pukul 20 : 51 WIB
( Dokumentasi : Alat pengukur debit air Sungai Bengawan Solo, Rabu (15/4/2026). Banjir juga terjadi di Boyolali. Foto bersumber dari situs Tribunsolo )
Hujan Deras Dua Hari Picu Banjir, Akses dan Permukiman Sempat Terganggu
Boyolali, Jawa Tengah — Hujan deras yang mengguyur wilayah Boyolali sejak Selasa malam, 14 April hingga Rabu, 15 April 2026 menyebabkan luapan sungai di beberapa titik. Genangan air terjadi di dua kecamatan, dengan salah satu titik terparah berada di area Jembatan Bawu, Kecamatan Kemusu.
Air meningkat secara bertahap setelah curah hujan tinggi terjadi dalam durasi panjang. Sungai tidak mampu menampung debit air, sehingga meluap dan menggenangi wilayah sekitar, termasuk akses jalan dan permukiman warga.
Dua Kecamatan Terdampak, Akses Terganggu
Wilayah terdampak meliputi:
- Kecamatan Kemusu (area Jembatan Bawu)
- Kecamatan Ngemplak (Desa Kismoyoso)
Di kawasan Jembatan Bawu, genangan air menyebabkan:
- Akses warga terganggu
- Aktivitas harian sempat terhenti
- Kondisi jembatan dan aliran air dipenuhi material bawaan arus
Sementara di wilayah permukiman, air masuk ke rumah warga dengan cepat setelah sungai meluap.
Dampak Kerusakan: Rumah Tergenang dan Warga Mengungsi

( Dokumentasi : Hujan deras dengan intensitas tinggi dan durasi panjang menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Boyolali, Foto bersumber dari Instagram boyolalikita )
Dari hasil pendataan sementara:
- Sejumlah rumah warga terendam banjir dengan ketinggian bervariasi
- Perabotan rumah tangga terdampak air dan lumpur
- Beberapa warga memilih mengungsi sementara ke tempat lebih aman
- Jalan lingkungan dan akses desa sempat tidak bisa dilalui
Selain itu, banjir juga membawa material lumpur yang memperlambat proses pembersihan setelah air mulai surut.
Dampak Jiwa: Warga Terdampak, Tanpa Laporan Korban Meninggal
Dalam kejadian ini:
- Puluhan hingga ratusan warga terdampak di dua kecamatan
- Tidak ada laporan korban jiwa meninggal dunia
- Tidak ada laporan luka berat
Namun, warga tetap mengalami dampak langsung terhadap aktivitas, tempat tinggal, dan kondisi ekonomi harian.
Harapan untuk Pemulihan dan Pencegahan

( Dokumentasi : Warga Laweyan yang jadi korban banjir mengevakuasi anjing peliharaannya ke tempat aman. Foto bersumber dari situs Radarsolo )
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa wilayah di sekitar aliran sungai memiliki risiko tinggi saat curah hujan meningkat dalam waktu singkat.
Diharapkan proses pemulihan dapat berjalan cepat, serta adanya langkah penanganan yang lebih baik ke depan, khususnya dalam pengelolaan aliran sungai dan sistem drainase, agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Doa dan harapan terbaik bagi seluruh warga terdampak, semoga kondisi segera membaik dan aktivitas dapat kembali berjalan seperti semula.

