Luapan Sungai Mau dan Sungai Aur Rendam Permukiman Warga di Merangin

Rabu, 13 Mei 2026. Pukul 15 : 09 WIB 

Hujan Deras di Wilayah Hulu Picu Banjir di Kecamatan Tabir Ilir

Merangin, jambi – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Merangin, Jambi, menyebabkan Sungai Mau dan Sungai Aur meluap dan merendam permukiman warga di Kecamatan Tabir Ilir pada 10 Mei 2026. Dampak banjir masih dirasakan warga hingga 11–12 Mei 2026.

Wilayah yang terdampak paling besar berada di:

  • Desa Ulak Makam
  • Desa Rantau Limau Manis
    Kecamatan Tabir Ilir, Kabupaten Merangin.

Puluhan Rumah Terendam Hingga Satu Meter

Satu Desa di Kerinci Terendam Banjir,  Warga Dievakuasi

( Dokumentasi : Banjir yang melanda di jambi, Foto bersumber dari situs detik )

Berdasarkan laporan BPBD dan BNPB, banjir menyebabkan:

  • 90 rumah warga terendam
  • tinggi muka air mencapai sekitar 1 meter
  • aktivitas warga terganggu akibat genangan yang masuk ke area permukiman.

Sebagian rumah mengalami kerusakan ringan akibat genangan air dan lumpur, terutama pada bagian perabot rumah tangga dan lantai rumah warga.

Meski tidak ada laporan rumah hanyut atau rusak total, warga tetap diminta waspada terhadap kemungkinan kenaikan debit sungai apabila hujan kembali turun.


Akses Jalan Desa Sempat Lumpuh

https://images.openai.com/static-rsc-4/SLFx9INF1GTyBHxOX2WaFBd_a42iPaKerya1UjaddJIp2YNnc1MuK5fYfTK3WOjpcHESq1uXvb5kkJg2ufjlcX_PyBtKKZAGMWJ_kThD8ilVMxWa8M2nmDeCMhv4PHIkEDGVIRRJMkvI-387r4oRTLNceGYVgNVJx_CxQwjE6s1-D567bm0zZYNSGydHF-zR?purpose=fullsize

( Dokumentasi : Aktivitas warga terdampak oleh Banjir yang melanda di jambi, Foto bersumber dari situs detik )

Selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan:

  • satu ruas jalan desa sempat tidak dapat dilalui,
  • kendaraan roda dua dan roda empat kesulitan melintas,
  • aktivitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian terganggu sementara.

Petugas gabungan bersama warga melakukan pemantauan kondisi sungai dan membantu warga yang terdampak genangan.


BPBD Lakukan Pemantauan Debit Sungai

https://images.openai.com/static-rsc-4/w0ym8aiFsjKnlZ6qubRb9Y078q_eVlYEasV5CLTey70I1BpeGhyAQ8voBNAozL8gfuwsDYMrBYhF4PQd9-ls4r_3ZZ6IBZJPQbaBHxG-vw6SN4zJ19sSYNfteiX5IdvrReSDFstRlk15EcMbFw49U5JzN6AiWOUilsvuxYB4A2m3yBqfpzZla-Ga51RQnOiN?purpose=fullsize

( Dokumentasi : Polisi dan BPBD mengecek tinggi banjir. Foto bersumber dari situs mediacenter )

BPBD Kabupaten Merangin menyebut banjir dipicu tingginya intensitas hujan di wilayah hulu sungai yang berlangsung selama beberapa hari.

Tim BPBD bersama aparat desa melakukan:

  • pendataan rumah terdampak,
  • pemantauan debit Sungai Mau dan Sungai Aur,
  • serta pengecekan akses jalan yang terdampak banjir.

Hingga laporan terakhir:

  • tidak ada korban jiwa,
  • air mulai berangsur surut di beberapa titik,
  • namun masyarakat diminta tetap siaga menghadapi kemungkinan banjir susulan.

Warga Mulai Membersihkan Rumah

Pada 11–12 Mei 2026, sebagian warga mulai membersihkan rumah dari lumpur dan sisa genangan air setelah debit sungai perlahan menurun.

Aktivitas masyarakat mulai kembali berjalan meski beberapa area masih tergenang dan licin akibat sisa lumpur banjir.


Harapan dan Doa

Banjir di Kecamatan Tabir Ilir menjadi pengingat bahwa curah hujan tinggi dapat dengan cepat menyebabkan sungai meluap dan mengganggu kehidupan masyarakat di sekitar bantaran sungai.

Semoga masyarakat yang terdampak diberikan keselamatan dan kekuatan menghadapi situasi ini, serta proses pemulihan lingkungan dan aktivitas warga dapat berjalan cepat.
Harapannya, penanganan sungai dan sistem mitigasi banjir di wilayah rawan dapat terus diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.