Luapan Sungai Aek Si Laga-laga Rendam Permukiman Warga, 300 Jiwa Terdampak Banjir di Tapanuli Tengah

Senin, 20 Juli 2026. Pukul 18 : 03 WIB

Banjir Bandang Terjang Tapanuli Tengah, 145 Warga Mengungsi

( Dokumentasi : Personil gabungan mengevakuasi warga saat kejadian banjir yang melanda wilayah Tapanuli Tengah pada Sabtu, 18 Juli 2026. Foto bersumber dari situs BPBD/Metrotv )

Tapanuli Tengah, Sumatera Utara – Hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB mengakibatkan Sungai Aek Si Laga-laga meluap dan merendam permukiman warga. Peristiwa ini menyebabkan sedikitnya 300 jiwa terdampak banjir.

Luapan sungai terjadi setelah curah hujan tinggi meningkatkan debit air dalam waktu singkat. Air kemudian melimpas ke kawasan permukiman sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan menyebabkan sejumlah rumah warga tergenang.

Berdasarkan data sementara, sekitar 300 jiwa terdampak akibat banjir tersebut. Hingga laporan awal diterima, belum ada informasi mengenai korban meninggal dunia maupun korban luka. Selain itu, belum terdapat laporan resmi mengenai jumlah rumah yang mengalami kerusakan. Pendataan masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memastikan dampak yang ditimbulkan.

Banjir Terjang Tapanuli Tengah Usai Tanggul Jebol, 145 Warga Mengungsi

( Dokumentasi : Banjir melanda pemukiman warga di Tapteng. Foto bersumber dari situs BPBD )

Petugas di lapangan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi banjir sekaligus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan masyarakat serta mempercepat proses pendataan. Warga juga diimbau tetap waspada apabila hujan kembali turun karena berpotensi meningkatkan debit sungai.

Musim hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi memicu banjir di wilayah yang berada di sekitar aliran sungai. Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat dan upaya mitigasi dari pemerintah menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.

Semoga kondisi di Kabupaten Tapanuli Tengah segera pulih sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas seperti biasa. Harapannya, proses pemulihan berjalan dengan cepat dan pemerintah terus memperkuat upaya pengelolaan sungai, sistem drainase, serta mitigasi bencana agar kejadian serupa dapat diminimalkan di kemudian hari.