Senin, 11 Mei 2026. Pukul 19 : 09 WIB
( Dokumentasi : Banjir Akibat Luapan Kali Wanggu di Kendari, 317 Warga Mengungsi. Foto bersumber dari situs Antara )
Hujan Deras Sejak Malam Hari Membuat Debit Sungai Meningkat Cepat
Hujan deras yang mengguyur Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menyebabkan Kali Wanggu meluap dan merendam sejumlah permukiman warga pada awal Mei 2026. Debit air sungai yang meningkat cepat membuat genangan masuk ke rumah-rumah warga di kawasan bantaran sungai dan memaksa ratusan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan sedikitnya 317 warga mengungsi akibat banjir yang terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi berlangsung sejak malam hingga dini hari.
Permukiman Warga Terendam Hingga Lebih dari Satu Meter
Wilayah terdampak paling parah berada di beberapa kawasan padat penduduk di sekitar aliran Kali Wanggu. Air meluap ke rumah warga setelah sungai tidak mampu menampung debit air akibat hujan deras yang terus turun.
Di sejumlah titik:
- ketinggian air dilaporkan mencapai lebih dari satu meter,
- rumah warga terendam,
- akses jalan lingkungan tertutup genangan,
- dan aktivitas masyarakat terganggu.
Sebagian warga memilih bertahan di rumah, sementara lainnya mengungsi demi keselamatan keluarga.
317 Warga Mengungsi, Rumah dan Fasilitas Terdampak

( Dokumentasi : Kendari Dilanda Banjir, Ratusan Rumah Terendam. Foto bersumber dari situs Suara )
Data sementara BPBD mencatat:
- 317 warga mengungsi
- puluhan rumah terdampak banjir,
- sejumlah fasilitas umum ikut tergenang,
- dan kerusakan rumah didominasi kerusakan ringan akibat genangan air dan lumpur.
Warga yang mengungsi ditempatkan di lokasi sementara sambil menunggu debit air surut dan kondisi lingkungan kembali aman.
Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan:
- evakuasi,
- pendataan rumah terdampak,
- serta pemantauan kondisi sungai.
BPBD Waspadai Potensi Banjir Susulan
BPBD Kota Kendari menyebut kondisi cuaca masih berpotensi menyebabkan kenaikan debit sungai apabila hujan kembali turun di wilayah hulu. Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran Kali Wanggu diminta tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan.
Tim di lapangan juga terus memantau perkembangan tinggi muka air dan kondisi lingkungan di sekitar permukiman warga.
Aktivitas Warga Sempat Lumpuh
Genangan banjir menyebabkan:
- kendaraan sulit melintas,
- aktivitas sekolah dan perdagangan terganggu,
- serta sebagian warga kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari selama banjir berlangsung.
Beberapa titik jalan utama di sekitar kawasan terdampak juga sempat mengalami kemacetan akibat genangan air yang cukup tinggi.
Harapan dan Doa
Banjir akibat luapan Kali Wanggu menjadi pengingat bahwa curah hujan tinggi dan kondisi sungai yang meluap masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat di wilayah perkotaan maupun bantaran sungai.
Semoga masyarakat yang terdampak diberikan keselamatan dan kekuatan menghadapi situasi ini, serta proses pemulihan berjalan cepat sehingga aktivitas warga dapat kembali normal.
Harapannya, penanganan aliran sungai, sistem drainase, dan mitigasi banjir ke depan dapat semakin diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

