Sabtu, 3 Oktober 2026. Pukul 20 : 39 WIB

( Dokumentasi : Material tanah longsor telah dibersihkan di jalan Buket Macang, lintas Kabupaten Aceh Timur – Gayo Lues, pada Sabtu (3/10/2026). Foto bersumber dari situs Infoacehtimur )
Hujan Lebat Picu Longsor di Gunung Mancang, Akses Jalan Lumpuh Total
Aceh Timur, Aceh — 2 Oktober 2026. Hujan lebat memicu tanah longsor di kawasan Gunung Mancang, Desa Bunin, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, pada Jumat siang. Material berupa tanah, lumpur, dan batu menutup seluruh badan Jalan Peureulak-Lokop, sehingga kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas.
Menurut laporan di lapangan, longsor terjadi sekitar pukul 12.55 WIB. Material longsoran menutup seluruh lebar jalan dan membuat akses transportasi di jalur tersebut lumpuh total. Kendaraan roda dua maupun roda empat untuk sementara tidak dapat melewati lokasi hingga material longsor dibersihkan.
Jalur Peureulak-Lokop merupakan salah satu akses yang digunakan masyarakat untuk menghubungkan wilayah Peureulak, Lokop dan kawasan Serbajadi. Kondisi jalan yang tertutup material longsor menyebabkan perjalanan masyarakat harus dihentikan sementara. Warga yang mengetahui kondisi lokasi juga mengingatkan pengguna jalan untuk berhati-hati karena kawasan Gunung Mancang dikenal sebagai salah satu titik yang rawan mengalami longsor ketika hujan dengan intensitas tinggi.
Kejadian ini bukan pertama kalinya longsor mengganggu jalur tersebut. Sebelumnya, material tanah dan batu juga pernah menutup badan Jalan Peureulak-Lokop di kawasan Gunung Mancang pada September 2026. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa jalur ini perlu mendapat perhatian, terutama ketika curah hujan meningkat dan kondisi tanah menjadi lebih mudah bergerak.
Dalam laporan awal mengenai kejadian 2 Oktober, belum ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan. Kerusakan yang paling terlihat adalah tertutupnya badan jalan oleh material longsoran sehingga aktivitas lalu lintas terganggu. Hingga laporan media diterbitkan, proses pembersihan material dan penanganan akses masih menjadi perhatian pihak terkait.
Masyarakat yang akan melintasi jalur Peureulak-Lokop diimbau untuk berhati-hati dan menghindari titik longsor sementara waktu, mengingat kondisi tanah masih berpotensi mengalami longsor susulan apabila hujan kembali turun.
Yayasan Amal Peduli Nusantara turut prihatin atas musibah tanah longsor yang terjadi di Gunung Mancang, Aceh Timur. Kami turut sedih melihat akses jalan masyarakat tertutup material lumpur dan batu hingga aktivitas warga terganggu. Semoga kondisi di lokasi segera aman, material longsor dapat segera ditangani, dan akses masyarakat dapat kembali normal.

