Longsor Terjang Sejumlah Wilayah di Ambon, Rumah Warga Rusak dan Jalan Sempat Tertutup

Selasa, 12 Mei 2026. Pukul 17 : 19 WIB

Tanah Longsor Terjang Permukiman Warga di Kota Ambon, Satu Orang Meninggal Dunia

( Dokumentasi : 163 warga desa pedongatan terdampak banjir akibat luapan das palikodan. Foto bersumber dari situs beritasampit )

Hujan Deras Berhari-hari Picu Longsor di Lima Kawasan Kota Ambon

Ambon, maluku – Cuaca ekstrem yang melanda Kota Ambon, Maluku, pada pertengahan Mei 2026 memicu sejumlah kejadian tanah longsor di beberapa kawasan permukiman warga. Curah hujan tinggi yang berlangsung selama beberapa hari menyebabkan lereng tanah menjadi labil dan akhirnya longsor pada 10 Mei 2026.

Berdasarkan laporan BPBD dan BNPB, longsor terjadi di beberapa wilayah Kota Ambon, yaitu:

  • Kelurahan Passo
  • Batu Meja
  • Batu Merah
  • Lateri
  • Waiheru.

Rumah Warga Mengalami Kerusakan

Material longsor berupa tanah, batu, dan pohon tumbang menerjang sejumlah rumah warga yang berada di sekitar lereng dan tebing.

Dampak sementara yang tercatat:

  • 8 rumah terdampak
    • 2 rumah rusak ringan
    • 4 rumah rusak sedang
    • 2 rumah rusak berat
  • 1 fasilitas pendidikan terdampak longsor.

Beberapa rumah mengalami kerusakan pada bagian dinding, atap, hingga tertimbun material longsor di bagian halaman dan akses masuk rumah.


Jalan Sempat Lumpuh Akibat Material Longsor

Selain merusak rumah warga, longsor juga menyebabkan:

  • satu ruas jalan tertutup material tanah dan batu,
  • arus kendaraan sempat terganggu,
  • dan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi terdampak menjadi terbatas.

Petugas gabungan bersama warga melakukan pembersihan material longsor agar akses jalan kembali dapat dilalui kendaraan.


Warga Diminta Waspada Longsor Susulan

Pemukiman warga yang diterjang hujan dan tanah longsor di Ambon. (BeritaNasional/BNPB)

( Dokumentasi : 163 warga desa pedongatan terdampak banjir akibat luapan das palikodan. Foto bersumber dari situs beritasampit )

BPBD Kota Ambon menyebut hujan deras dengan intensitas tinggi menjadi faktor utama penyebab longsor di sejumlah wilayah tersebut. Kondisi tanah yang jenuh air meningkatkan risiko longsor susulan, terutama di daerah lereng dan perbukitan.

Hingga laporan terakhir pada 11–12 Mei 2026:

  • tidak ada laporan korban jiwa,
  • namun sejumlah warga terdampak harus membersihkan rumah dan lingkungan dari material longsor,
  • serta tetap waspada apabila hujan kembali turun.

Petugas juga terus melakukan pemantauan wilayah rawan longsor di Kota Ambon.


Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi

BMKG sebelumnya mengingatkan bahwa wilayah Maluku masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang pada pertengahan Mei 2026. Kondisi tersebut membuat potensi longsor dan banjir lokal masih perlu diwaspadai masyarakat.

Pemerintah daerah bersama BPBD terus berkoordinasi untuk melakukan penanganan cepat di lokasi terdampak dan memastikan akses masyarakat tetap aman.


Harapan dan Doa

Peristiwa longsor di sejumlah wilayah Kota Ambon menjadi pengingat bahwa curah hujan tinggi dapat memicu bencana secara tiba-tiba, terutama di kawasan lereng dan permukiman padat penduduk.

Semoga masyarakat yang terdampak diberikan keselamatan dan kekuatan dalam menghadapi situasi ini, serta proses pemulihan rumah dan lingkungan dapat berjalan cepat sehingga aktivitas warga dapat kembali normal.
Harapannya, langkah mitigasi dan penataan wilayah rawan longsor ke depan dapat semakin diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.