Rabu, 3 Juni 2026. Pukul 11 : 22 WIB

( Dokumentasi : Peristiwa tanah longsor terjadi di Desa Leppangeng, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 30 Mei 2026. Foto bersumber dari situs BNPB )
Hujan Deras Picu Longsor, Desa Leppangeng Sempat Terisolasi
Sidrap, Sulsel – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, mengakibatkan terjadinya tanah longsor pada Sabtu, 30 Mei 2026. Material longsor menutup akses jalan utama menuju Desa Leppangeng, Kecamatan Pitu Riase, sehingga aktivitas masyarakat sempat terganggu dan wilayah tersebut menjadi terisolasi.
Dampak Bencana terhadap Warga dan Permukiman
Berdasarkan hasil kaji cepat sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidenreng Rappang, bencana ini berdampak pada 614 jiwa yang mengalami gangguan aktivitas akibat terputusnya akses jalan dan kondisi lingkungan yang terdampak longsor. Selain itu, tercatat 221 unit rumah warga terdampak oleh material longsoran yang menerjang kawasan permukiman.
Longsor juga menyebabkan dua titik akses jalan utama terdampak, sehingga mobilitas warga, distribusi kebutuhan pokok, dan akses menuju fasilitas umum sempat mengalami hambatan.
Upaya Pembukaan Akses Terus Dilakukan
Sejak kejadian berlangsung, petugas gabungan bersama masyarakat setempat terus melakukan pembersihan material longsor yang menutupi badan jalan. Proses penanganan dilakukan secara bergotong royong dengan menggunakan peralatan yang tersedia agar akses transportasi menuju Desa Leppangeng dapat segera kembali normal. Namun, proses pembersihan masih menghadapi kendala karena hujan yang masih kerap turun di wilayah tersebut.
Doa dan Harapan
Musibah ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem dapat membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat, khususnya di wilayah perbukitan dan daerah rawan longsor.
Yayasan Amal Peduli Nusantara turut menyampaikan doa bagi seluruh warga yang terdampak agar diberikan kesehatan, keselamatan, dan kekuatan dalam menghadapi situasi ini. Semoga proses pembersihan dan pemulihan dapat berjalan lancar, akses jalan segera kembali normal, serta masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman.
Harapan juga disampaikan agar upaya mitigasi dan penanganan infrastruktur di daerah rawan bencana dapat terus diperkuat, sehingga risiko kejadian serupa di masa mendatang dapat diminimalkan dan keselamatan masyarakat semakin terjaga.

