Senin, 29 Juni 2026. Pukul 18 : 37 WIB

( Dokumentasi : Banjir dan Longsor Terjang Rumah Warga di Sabang. Foto bersumber dari situs RRI )
Sabang, Aceh — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Sabang selama beberapa waktu mengakibatkan bencana tanah longsor di Desa Kuta Timur, Kecamatan Sukakarya, pada Sabtu, 27 Juni 2026, sekitar pukul 18.00 WIB. Material longsor menimbun sebagian area permukiman warga dan sempat menghambat aktivitas masyarakat di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan laporan perkembangan penanganan bencana, peristiwa ini menyebabkan tiga orang mengalami luka-luka, terdiri dari 1 orang luka berat dan 2 orang luka ringan. Selain itu, 2 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman sebagai langkah antisipasi terhadap potensi longsor susulan. Hingga laporan terakhir, tidak terdapat korban meninggal dunia.
Selain menimbulkan korban luka, material longsor juga berdampak pada lingkungan permukiman warga. Sejumlah area di sekitar rumah tertutup material tanah dan bebatuan sehingga memerlukan proses pembersihan sebelum aktivitas masyarakat dapat kembali normal. Berdasarkan data sementara, belum terdapat laporan resmi mengenai rumah yang mengalami kerusakan berat maupun kerusakan struktural, namun asesmen terhadap kondisi bangunan dan lingkungan sekitar masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

( Dokumentasi : Longsor Terjang Sabang, 1 Korban Luka Berat dan 2 Luka Ringan. Foto bersumber dari situs Metrotv/BPBD )
Sesaat setelah kejadian, BPBD Kota Sabang bersama unsur TNI, Polri, aparat desa, relawan, dan masyarakat setempat bergerak melakukan evakuasi terhadap korban, membersihkan material longsor, serta memastikan kondisi wilayah tetap aman. Pendataan terhadap dampak bencana juga terus dilakukan untuk mengetahui kebutuhan penanganan lanjutan dan memastikan keselamatan warga di sekitar lokasi.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya di wilayah yang memiliki kondisi lereng dan perbukitan. Curah hujan yang tinggi dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko terjadinya longsor, sehingga pemantauan kondisi lingkungan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko bencana.
Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kesehatan, kekuatan, dan ketabahan dalam menghadapi masa pemulihan. Besar harapan agar proses penanganan dan pemulihan yang dilakukan pemerintah bersama seluruh pihak terkait dapat berjalan dengan cepat, sehingga kondisi lingkungan segera kembali aman. Diharapkan pula langkah-langkah mitigasi dan penguatan infrastruktur di kawasan rawan longsor terus ditingkatkan agar kejadian serupa dapat diminimalkan pada masa mendatang.

