Lansia Penyintas Stroke dan Lansia Sebatang Kara di Tangerang Terima Bantuan Sembako

Selasa, 23 Juni 2026. Pukul 17 : 15 WIB

Kondisi kesehatan yang menurun, kehilangan pasangan hidup, dan keterbatasan ekonomi membuat sebagian lansia harus menjalani hari tua dalam situasi yang tidak mudah. Dalam kondisi seperti ini, bantuan kebutuhan dasar menjadi hal yang sangat berarti untuk membantu keberlangsungan hidup sehari-hari.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, Yayasan Amal Peduli Nusantara menyalurkan bantuan sembako kepada dua lansia di wilayah Tangerang.

Bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan dasar bagi lansia yang sedang menghadapi keterbatasan kesehatan dan ekonomi.

Isi Bantuan Sembako

Paket bantuan yang disalurkan terdiri dari:

  • Beras
  • Minyak goreng
  • Mie instan
  • Sarden
  • Susu kental manis
  • Telur
  • Garam
  • Biskuit Regal

Bantuan ini diharapkan dapat membantu kebutuhan sehari-hari penerima manfaat dalam beberapa waktu ke depan.


Surya (57 Tahun), Penyintas Stroke dengan Keterbatasan Bicara

Penerima bantuan pertama adalah Bapak Surya, lansia berusia 57 tahun yang mengalami stroke dan tidak dapat berbicara.

Sejak kondisi tersebut, aktivitas Bapak Surya menjadi sangat terbatas dan membutuhkan bantuan orang lain dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Beliau tinggal bersama dua orang anak setelah sebelumnya kehilangan istri dan beberapa anggota keluarga lainnya.

Salah satu anaknya bekerja sebagai petugas kebersihan di mushola dengan penghasilan yang sederhana, sementara kebutuhan keluarga tetap harus dipenuhi setiap hari.

Dalam kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk bekerja, keluarga ini sangat bergantung pada penghasilan terbatas tersebut untuk bertahan hidup.


Tileng (69 Tahun), Menjalani Hari Tua Bersama Cucu

Penerima bantuan kedua adalah Ibu Tileng, lansia berusia 69 tahun yang telah ditinggal oleh suaminya.

Ibu Tileng memiliki empat orang anak, namun tidak tinggal bersama dan tidak memberikan dukungan secara rutin. Dalam kehidupan sehari-hari, beliau tinggal bersama cucunya yang merawat dan membantu kebutuhan dasar neneknya.

Untuk kebutuhan makan sehari-hari, keluarga ini hidup dengan kondisi yang sangat sederhana dan bergantung pada kemampuan cucu yang ada.

Di usia yang sudah lanjut, Ibu Tileng menjalani hari-harinya dengan keterbatasan fisik dan ekonomi, sambil tetap mendapatkan pendampingan dari cucunya.


Wujud Kepedulian untuk Lansia yang Membutuhkan

Melalui program bantuan sembako ini, Yayasan Amal Peduli Nusantara berupaya hadir untuk membantu masyarakat rentan, khususnya lansia yang menghadapi keterbatasan kesehatan dan ekonomi.

Kisah Bapak Surya dan Ibu Tileng menunjukkan bahwa masih banyak lansia yang membutuhkan dukungan untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan dasar mereka, meskipun tidak sepenuhnya menyelesaikan seluruh tantangan yang dihadapi.

Yayasan Amal Peduli Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mendukung program ini. Berkat kepedulian bersama, bantuan dapat terus disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan mereka.

Semoga bantuan ini dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari Bapak Surya dan Ibu Tileng serta menjadi bentuk dukungan moral bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi kondisi yang sulit.