Rabu, 1 April 2026. Pukul 17 : 03 WIB
Di sudut Irigasi Rawalele, Kalideres, ada cerita tentang keteguhan hidup yang jarang terlihat. Tiga lansia menjalani hari-hari dengan keterbatasan, namun tetap bertahan. Di tengah kondisi tersebut, Yayasan Amal Peduli Nusantara hadir membawa bantuan sederhana yang berarti.
Yayasan Amal Peduli Nusantara kembali menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, bantuan diberikan kepada tiga lansia di wilayah Irigasi Rawalele, Kalideres, yang hidup dalam kondisi serba terbatas.

Bantuan sembako yang disalurkan berisi kebutuhan pokok sehari-hari, yaitu beras, minyak, mie instan, sarden, susu kental manis, telur, garam, dan biskuit Regal. Diharapkan bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka untuk beberapa waktu ke depan.


Salah satu penerima bantuan adalah Ibu Yayah (65 tahun). Ia tinggal bersama suaminya di area irigasi dengan kondisi yang sangat sederhana. Untuk bertahan hidup, keduanya masih harus mencari rongsokan setiap hari. Di usia yang tidak lagi muda, mereka tetap bekerja demi memenuhi kebutuhan makan.


Penerima lainnya adalah Ibu Karsem (95 tahun). Di usianya yang hampir satu abad, ia telah kehilangan suami dan lima orang anaknya. Saat ini, ia tinggal bersama anak-anaknya yang lain, yang juga berjuang mencari nafkah dengan memulung. Kehidupan sehari-hari mereka masih jauh dari kata cukup.


Sementara itu, Bapak Kosim (83 tahun) hidup seorang diri tanpa keluarga. Ia mengalami kesulitan berjalan dan kini tinggal di sebuah masjid di sekitar wilayah tersebut. Untuk bertahan hidup, ia mengandalkan bantuan dari warga sekitar yang peduli.
Penyaluran bantuan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap lansia yang masih harus berjuang di usia senja. Meski sederhana, diharapkan bantuan ini dapat sedikit meringankan beban hidup mereka.
Yayasan Amal Peduli Nusantara terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang sering luput dari perhatian. Dukungan dan perhatian terhadap sesama menjadi langkah kecil yang diharapkan dapat membawa dampak nyata di kehidupan mereka.

