Krisis Air Bersih Melanda Kota Bima, Lebih dari Seribu Kepala Keluarga Terdampak Musim Kemarau

Senin, 29 Juni 2026. Pukul 15 : 23 WIB

Krisis Air Bersih Melanda Kota Bima, 1.129 KK Terdampak

( Dokumentasi : Distribusi air bersih. Foto bersumber dari situs metrotv/BNPB )

Kota Bima, Nusa Tenggara Barat — Musim kemarau yang berlangsung pada akhir Juni 2026 mulai memberikan dampak nyata terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kota Bima. Curah hujan yang sangat rendah dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan debit sumber air terus menurun, sehingga ribuan warga mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk aktivitas sehari-hari.

Berdasarkan laporan perkembangan penanganan bencana pada periode 26–28 Juni 2026, krisis air bersih terjadi di sejumlah kelurahan, yaitu Tanjung, Paruga, dan Pane di Kecamatan Rasanae Barat; Sambinae, Panggi, Manggemaci, dan Monggonao di Kecamatan Mpunda; Rontu di Kecamatan Raba; serta Melayu di Kecamatan Asakota. Kondisi tersebut berdampak kepada sekitar 1.129 kepala keluarga (KK) yang mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih.

Hingga laporan terakhir diterbitkan, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka akibat peristiwa ini. Selain itu, tidak ada laporan kerusakan rumah atau bangunan, karena dampak utama yang dirasakan masyarakat adalah berkurangnya pasokan air bersih sebagai akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

Sebagai langkah penanganan, BPBD Kota Bima segera melakukan asesmen, berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, serta mendistribusikan sekitar 70.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak. Distribusi dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sambil terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan apabila musim kemarau masih berlanjut.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa kekeringan merupakan salah satu bencana yang dapat berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, terutama pada pemenuhan kebutuhan air bersih. Pengelolaan sumber daya air, peningkatan infrastruktur penyediaan air, serta kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko terjadinya krisis serupa di masa mendatang.

Semoga masyarakat Kota Bima yang sedang menghadapi keterbatasan air bersih diberikan kesehatan, kekuatan, dan ketabahan. Besar harapan agar kondisi cuaca segera membaik, ketersediaan air bersih kembali normal, serta upaya pemerintah dalam mempercepat penanganan dan memperkuat pengelolaan sumber daya air dapat berjalan dengan baik sehingga dampak kekeringan pada masa mendatang dapat diminimalkan.