Rabu, 3 Juni 2026. Pukul 17 : 39 WIB

( Dokumentasi : Banjir weda, halmahera merendam beberapa rumah. Foto bersumber dari tangkapan layar facebook halmaherapost )
Hujan Berjam-jam Rendam Permukiman, Rumah Warga hingga Fasilitas Umum Tergenang
Weda, Halmahera Tengah – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, sejak Senin sore hingga malam hari, 1 Juni 2026, menyebabkan banjir di sejumlah wilayah permukiman. Genangan air merendam rumah warga, rumah kos, kios-kios usaha, serta beberapa ruas jalan utama dengan ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter hingga lebih dari satu meter di beberapa lokasi.
Banjir terjadi setelah hujan turun hampir tanpa henti selama beberapa jam. Debit air yang terus meningkat membuat sejumlah jalan tidak dapat dilalui kendaraan dan mengganggu aktivitas masyarakat di pusat Kota Weda.
Rumah Warga dan Fasilitas Umum Terdampak
Berdasarkan laporan berbagai media lokal dan nasional, genangan air merendam banyak rumah warga di sejumlah desa dalam wilayah Kota Weda. Selain permukiman, beberapa rumah kos dan kios usaha masyarakat juga terdampak sehingga aktivitas ekonomi warga sempat terganggu.
Salah satu fasilitas yang turut terdampak adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Weda. Air yang masuk ke area rumah sakit menyebabkan sejumlah ruangan tergenang sehingga beberapa pasien harus dievakuasi ke lokasi yang lebih aman demi menjaga keselamatan dan kelangsungan pelayanan kesehatan.
Hingga laporan terbaru, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, banyak warga terpaksa mengungsi sementara karena kondisi rumah yang tidak memungkinkan untuk ditempati saat banjir masih berlangsung.
Pemerintah dan Aparat Lakukan Pemantauan

( Dokumentasi : Banjir Rendam Kota Weda Halmahera Tengah, Pasien RSUD Turut Dievakuasi. Foto bersumber dari situs Beritasatu )
Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah bersama aparat kepolisian dan instansi terkait melakukan pemantauan langsung ke sejumlah lokasi terdampak. Evakuasi warga dilakukan di beberapa titik yang mengalami genangan cukup tinggi, sementara petugas terus memantau perkembangan debit air untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.
Pada hari berikutnya, sebagian genangan mulai berangsur surut sehingga sejumlah warga mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa lumpur dan memeriksa kondisi bangunan mereka.
Doa dan Harapan
Musibah banjir yang melanda Kota Weda menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, semangat kebersamaan dan ketangguhan warga menjadi modal penting untuk bangkit kembali.
Yayasan Amal Peduli Nusantara turut menyampaikan doa bagi seluruh warga yang terdampak agar diberikan kesehatan, kekuatan, dan perlindungan dalam menjalani masa pemulihan. Semoga kondisi dapat segera kembali normal, aktivitas masyarakat pulih seperti sediakala, serta pemerintah bersama seluruh pihak terkait dapat mempercepat langkah pemulihan infrastruktur dan sistem drainase agar risiko kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.
Catatan Redaksi: Hingga saat berita ini disusun, belum terdapat data resmi yang dipublikasikan mengenai jumlah pasti rumah maupun jumlah jiwa terdampak banjir di Kota Weda. Pemerintah daerah masih melakukan pendataan dan pemantauan lanjutan.

