Kemarau Picu Krisis Air Bersih di Tasikmalaya, 850 Kepala Keluarga Terdampak

Jumat, 3 Juli 2026. Pukul 18 : 06 WIB 

( Dokumentasi : Akibat kekeringan BPBD Kabupaten Tasikmalaya mendistribusikan air bersih secara langsung kepada masyarakat di Desa Pedangkamulyan, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Rabu (1/7). Foto bersumber dari situs BNPB/BPBD )

Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat — Musim kemarau mulai memberikan dampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Salah satu daerah yang mengalami krisis air bersih adalah Desa Pedangkamulyan, Kecamatan Bojonggambir, di mana penurunan debit sumber air membuat ratusan keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kondisi yang terjadi pada Rabu, 1 Juli 2026 tersebut berdampak kepada 850 kepala keluarga (KK). Menyikapi situasi tersebut, BPBD Kabupaten Tasikmalaya segera mendistribusikan air bersih secara langsung kepada masyarakat agar kebutuhan dasar warga tetap dapat terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

Hingga laporan terakhir, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka akibat peristiwa ini. Selain itu, tidak ada laporan kerusakan rumah atau bangunan, karena dampak utama yang dirasakan masyarakat adalah berkurangnya pasokan air bersih akibat menurunnya debit sumber air selama musim kemarau.

( Dokumentasi : Sejumlah warga antre untuk mendapatkan air bersih bantuan dari Polres Tasikmalaya di Kampung Pasirbenying, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Foto bersumber dari situs Antara )

Kondisi kekeringan yang mulai meluas mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mulai 1 Juli 2026. Penetapan status tersebut menjadi dasar untuk memperkuat koordinasi antarinstansi, mempercepat penanganan di lapangan, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa musim kemarau tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga dapat mengganggu ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Pengelolaan sumber daya air, pembangunan infrastruktur penyediaan air bersih, serta langkah mitigasi yang terencana diharapkan dapat mengurangi risiko krisis air bersih pada musim kemarau berikutnya.

Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kesehatan, kekuatan, dan ketabahan dalam menghadapi kondisi ini. Besar harapan agar pasokan air bersih segera kembali normal, proses penanganan dari pemerintah berjalan dengan lancar, serta upaya mitigasi dan pengelolaan sumber daya air terus diperkuat sehingga kejadian serupa dapat diminimalkan pada masa mendatang.