Kemarau Mulai Dirasakan, Ratusan Keluarga di Banyumas Hadapi Krisis Air Bersih

Senin, 22 Juni 2026. Pukul 15 : 39 WIB

( Dokumentasi : Penyaluran bantuan air bersih di wilayah banyumas, Foto bersumber dari situs BPBD )

BANYUMAS, JAWA TENGAH – Memasuki awal musim kemarau 2026, sejumlah wilayah di Kabupaten Banyumas mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi ini terjadi di Kelurahan Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur, serta Desa Taman Sari, Kecamatan Karanglewas, yang menjadi daerah pertama di Banyumas yang melaporkan dampak kekeringan pada pertengahan Juni.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan BNPB mencatat sebanyak 523 kepala keluarga di Kelurahan Sokanegara serta 44 kepala keluarga di Desa Taman Sari mengalami kesulitan memperoleh pasokan air bersih. Berkurangnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan debit sumber air menurun sehingga kebutuhan harian masyarakat mulai terganggu.

Sebagai langkah penanganan awal, pemerintah daerah bersama BPBD menyiapkan tandon dan toren air di sejumlah titik permukiman warga untuk membantu distribusi air bersih. Beberapa penampungan air darurat juga telah ditempatkan guna mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang hingga puncaknya yang diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.

Hingga laporan terakhir, tidak terdapat korban jiwa maupun kerusakan rumah akibat kejadian ini. Namun demikian, kekeringan telah berdampak langsung terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan air untuk memasak, mandi, mencuci, dan keperluan rumah tangga lainnya. Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

Masyarakat berharap kondisi cuaca segera membaik dan ketersediaan air bersih dapat kembali normal. Diharapkan pula langkah mitigasi dan pengelolaan sumber daya air dapat terus diperkuat sehingga dampak kekeringan di masa mendatang dapat diminimalkan dan masyarakat lebih siap menghadapi musim kemarau berikutnya.