Kekeringan Mulai Melanda Purbalingga, Ratusan Warga Kesulitan Mendapatkan Air Bersih

Sabtu, 20 Juni 2026. Pukul 16 : 23 WIB

Petugas BPBD Kabupaten Purbalingga mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di wilayah Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Jumat (19/6/2026).

( Dokumentasi : Petugas BPBD Kabupaten Purbalingga mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di wilayah Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Jumat (19/6/2026). Foto bersumber dari situs Antara )

Memasuki musim kemarau, sejumlah wilayah di Indonesia mulai menghadapi ancaman kekeringan. Di Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah, ratusan warga dilaporkan mengalami kesulitan memperoleh air bersih setelah sumber-sumber air di daerah mereka mulai berkurang. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang setiap hari bergantung pada ketersediaan air untuk kebutuhan rumah tangga.

Purbalingga, Jateng – Berdasarkan laporan yang dihimpun dari berbagai sumber, kekeringan mulai melanda wilayah Kecamatan Karangreja sejak Jumat (19/6/2026). Daerah yang terdampak berada di Desa Kutabawa dan Desa Serang. Hasil pendataan sementara menunjukkan sebanyak 102 kepala keluarga (KK) atau sekitar 398 jiwa terdampak akibat menurunnya ketersediaan air bersih di wilayah tersebut. Kondisi ini menyebabkan warga harus berupaya lebih keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mandi, mencuci, dan kebutuhan sanitasi lainnya.

Kecamatan Karangreja yang berada di kawasan dataran tinggi lereng Gunung Slamet memang termasuk wilayah yang rentan mengalami kekurangan air saat musim kemarau berlangsung lebih panjang. Berkurangnya debit mata air dan sumber air warga menjadi salah satu penyebab utama munculnya kesulitan akses air bersih. Masyarakat di beberapa titik terdampak harus mengatur penggunaan air secara lebih hemat sambil menunggu kondisi kembali normal atau adanya pasokan air dari pihak terkait.

Berdasarkan informasi yang tersedia hingga saat ini, tidak terdapat laporan korban jiwa maupun kerusakan rumah akibat peristiwa kekeringan tersebut. Namun demikian, dampak yang dirasakan masyarakat cukup signifikan karena keterbatasan air bersih secara langsung memengaruhi aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup warga. Kondisi ini juga berpotensi semakin meluas apabila curah hujan tidak segera turun dalam waktu dekat dan musim kemarau berlangsung lebih panjang dari biasanya.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di wilayah terdampak guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat terpenuhi. Yayasan Amal Peduli Nusantara turut menyampaikan doa dan harapan bagi seluruh warga yang terdampak kekeringan di Kabupaten Purbalingga. Semoga kondisi cuaca segera membaik, ketersediaan air bersih dapat kembali normal, serta berbagai langkah penanganan dan penguatan infrastruktur sumber daya air dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga risiko kejadian serupa dapat diminimalkan pada masa mendatang.