Kekeringan Mulai Berdampak di Pasuruan, Ratusan Kepala Keluarga Mengalami Krisis Air Bersih

Senin, 6 Juli 2026. Pukul 15 : 23 WIB

( Dokumentasi : Banjir merendam puluhan hektar tanaman padi warga di Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Tanjung Morawa. Foto bersumber dari situs Mistar )

Pasuruan, Jawa Timur — Musim kemarau mulai memengaruhi ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Pasuruan. Salah satu daerah yang terdampak adalah Desa Kadungrejo, Kecamatan Winongan, di mana debit sumber air mulai menurun sehingga masyarakat mengalami kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Berdasarkan laporan perkembangan penanganan bencana pada Sabtu, 4 Juli 2026, kondisi tersebut berdampak kepada sedikitnya 240 kepala keluarga (KK). Penurunan ketersediaan air bersih menjadi tantangan bagi warga dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, seperti memasak, mandi, mencuci, dan kebutuhan dasar lainnya.

BPBD Kabupaten Pasuruan Distribusikan Air Bersih di Desa yang Dilanda Kekeringan dan Krisis Air Bersih

( Dokumentasi : BPBD Kabupaten Pasuruan distribusikan air bersih daerah terdampak kekeringan. Foto bersumber dari situs Kabarbaik )

Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Kabupaten Pasuruan segera mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak empat rit ke Dusun Krajan 5 dan Dusun Grobyok, Desa Kadungrejo. Distribusi tersebut dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sambil terus memantau perkembangan kondisi di lapangan apabila musim kemarau berlangsung lebih lama.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa musim kemarau dapat memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan masyarakat, khususnya di wilayah yang bergantung pada sumber air alami. Pengelolaan sumber daya air, pembangunan infrastruktur penyediaan air bersih, serta langkah mitigasi sejak dini menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko krisis air bersih pada musim kemarau berikutnya.

Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kesehatan, kekuatan, dan ketabahan dalam menghadapi kondisi ini. Besar harapan agar pasokan air bersih segera kembali normal, penanganan yang dilakukan pemerintah berjalan dengan lancar, serta upaya pengelolaan sumber daya air dan mitigasi kekeringan terus diperkuat sehingga kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.